somberena parlementa

Tak Asal, Ini yang Dipertimbangkan Sebelum Resign

Rabu, 07 Agustus 2019 10:11 WITA Reporter : Widya
Tak Asal, Ini yang Dipertimbangkan Sebelum Resign

MAKASSARMETRO – “Semua akan resign pada waktunya”. Kalimat tersebut cukup santer diciutkan melalui media sosial.

Tentang resign, topik ini menjadi salah satu bahan pembicaraan antar-pegawai. Sebab, memutuskan untuk resign bukanlah hal yang muda. Terlebih jika belum punya perencanaan yang matang.

Setiap orang memiliki prioritas hidup yang berbeda-beda. Untuk itu, keputusan resign tidak dapat disamakan pada setiap pegawai.

Bagi mereka yang memutuskan resign tentu sudah siap dengan risiko yang akan dihadapi setelah meninggalkan pekerjaan.

Tak asal, ada beberapa alasan yang dijadikan sebagai pertimbangan orang memilihh resign. Seperi juga yang dialami mantan karyawan Google sebagaimana dilansir dari Oranyedevelopment.com.

Jenjang karir yang kurang jelas.

Liz Wessel, seorang CEO dari WayUP yang merupakan perusahaan situs dan aplikasi seluler pencarian kerja bagi mahasiswa dan lulusan baru.

Awalnya Liz Wessel pernah menjadi salah satu pegawai dari Google sebagai manager pemasaran produk. Wessel mengaku dirinya memutuskan untuk keluar dari Google saat ia tidak bisa berhenti memikirkan langkah karir selajutnya.

Gaji yang dianggap kurang

Seorang software developer dari Google bernama YK Sugi memutuskan untuk resign dari posisinya di Google karena mendapatkan pekerjaan yang lebih menghasilkan penghasialannya. Padahal posisi di Google sebagai software developer mencapai jutaan dolar AS.

Kurang tantangan atau terlalu banyak tantangan

Pendiri dan CEO dari Node, Falon Fatemi memutuskan resign dari Google dengan posisi strategic partnerships developer karena merasa terlalu nyaman bekerja di Google sehingga dirinya merasa tidak berkembang.

Tidak mendapatkan value atau makna dari apa yang dikerjakan

Michael Lynch, merupakan teknisi software Google yang diawal tahun pekerjannya sangat menyenangkan baginya.

Dengan berjalannya waktu Lynch, mulai merasa frustasi dengan politik internal Google dan kesulitannya untuk mendapatkan promosi.

Lynch menjelaskan apa yang dirasakan dituang dalam blog pribadinya.

Perbedaan kebutuhan dan nilai yang diyakini seseorang akan menentukan keputusan untuk resign atau tidak.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum resign, yaitu pekerjaan membuat kita merasa tersiksa secara mental, pekerjaan membuat kita menjadi lebih mudah jatuh sakit, dari masalah di pekerjaan menyebabkan masalah di lingkungan luar kantor (rumah atau teman dekat) serta saat passion dan mimpi tidak terpenuhi.

Jangan ragu untuk mengambil keputusan untuk resign terlebih jika keputusan untuk meniti karir di luar sana sudah dipersipakan secara matang.

Topik berita Terkait:
  1. Job
  2. Karir
  3. Resign
Berikan Komentar
Komentar Pembaca