somberena parlementa

Danny Pomanto Laporkan Politisi Demokrat Terkait Dugaan Ujaran Kebencian

Kamis, 08 Agustus 2019 16:11 WITA Reporter : Helmy
Danny Pomanto Laporkan Politisi Demokrat Terkait Dugaan Ujaran Kebencian

MAKASSARMETRO – Politisi Partai Demokrat, Susuman Halim yang akrab dengan sapaan Sugali resmi dilaporkan mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto di Polrestabes Makassar, Kamis (8/8/2019) Pukul 14.00 Wita.

Danny Pomanto melaporkan Sugali terkait ujaran kebencian dan hasutan bernuansa SARA terhadap dirinya yang termuat di salah satu media online di Makassar, Rabu (7/8/2019).

“Kita laporkan ini, ini termasuk ujaran kebencian dan juga menyinggung SARA,” kata Danny Pomanto.

Pernyataan Sugali yang termuat di salah satu media online di Makassar menyinggung bahwa Danny Pomanto satu-satunya yang tidak senang dengan kemenangan PSM Makassar di laga final leg kedua Piala Indonesia 2018, 6 Agustus 2019.

“Bisa saja satu-satunya orang yang tidak bergembira dan bersuka atas kemenangan PSM adalah Danny Pomanto. Seharusnya sebagai mantan wali kota datang dong. Jangan ujung-ujung dekat Pilkada mau membantu PSM. Memang dipertanyakan jiwa kedaerahannya,” kata Sugali seperti yang dikutip dari Fajar.

“Andaikan Gorontalo yang bertanding, boleh jadi dia ikut menonton memberi support,” lanjut Sugali dalam naskah berita tersebut.

Danny Pomanto mengaku nonton bareng laga final Piala Indonesia bersama timnya di kediaman pribadinya, Jln. Amirullah, Makassar. Bahkan prediksi skor Danny Pomanto yang terkirim di beberapa grup WhatsApp.

“Hanya orang gila di Makassar yang tidak cinta PSM. Di beberapa grup WhatsApp saya predikasi skor 2-0 untuk PSM. Pada Pukul 18.37 dapat info PSM juara, kita berbagi ucapan selamat atas kemenangan di grup WhatsApp. Kecintaan pada PSM tidak mesti harus dipublikasikan, masa biar lompat-lompat ki di pos juga, nanti dibilang tattalekang. Jadi serba salah,” kata Danny.

Lebih lanjut, Danny Pomanto juga menyebutkan dirinya telah memberikan rentang waktu bagi Sugali untuk meminta maaf, sejak diterbitkannya berita tersebut hingga tadi malam. Namun, permintaan maaf dari Sugali tak kunjung datang.

“Saya terbiasa dikritik, sebenarnya tidak ada masalah. Pernyataan yang terbit di berita itu, termasuk ujaran kebencian dan juga menyinggung SARA. Saya sebenarnya sangat menyayangkan hal ini karena Sugali itu teman baik saya. Saya dukung dia waktu Pemilu yang (2015, red) lalu, tapi terpaksa saya laporkan karena tidak ada permintaan maaf,” ungkap Danny Pomanto.

Sekadar informasi, jauh sebelum PSM Makassar juara Piala Indonesia, Danny dikenal dekat dengan suporter fanatik PSM. Yang paling monumental, yakni aspirasi soal pembuatan patung legenda PSM Makassar diakomodasi Danny Pomanto sewaktu menjabat wali Kota Makassar dan Perayaan 100 tahun PSM Makassar juga dilaksanakan kediaman pribadinya bersama suporter.

Topik berita Terkait:
  1. Ujaran Kebencian
Berikan Komentar
Komentar Pembaca