somberena parlementa

Demi Pendidikan dan Keadilan, AMMK Minta Enam Warga Matteko Dibebaskan

Kamis, 08 Agustus 2019 19:20 WITA Reporter : Makassarmetro
Demi Pendidikan dan Keadilan, AMMK Minta Enam Warga Matteko Dibebaskan

MAKASSARMETRO – Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK) menggelar aksi di Pengadilan Negero Kabupaten Gowa, Kamis (8/8/2019). Aksi dilakukan untuk mengawal putusan sidang terhadap 6 warga Adat Matteko yang ditahan atas tuduhan melanggar Undang-Undang P3H.

Adapun bunyi UU No. 18 /2013 tentang P3H, pasal 1 poin 6,“terorganisir adalah kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelompok yang terstrukrur, yang terdiri atas 2 orang atau lebih, dan yang bertindak secara bersama-sama pada waktu tertentu dengan tujuan melakukan pengerusakan hutan, tidak termasuk kelompok masyarakat yang tinggal didalam atau di sekitar kawasan hutan yang melakukan perdagangan tradisional dan /atau melakukan penebangan kayu untuk keperluan sendiri dan tidak untuk tujuan komersial”.

Jika dilihat dari undang-undang ini, masyarakat local atau masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan tidak dapat dipenjarahkan maupun di kriminalisasi. Karena aktivitas yang mereka lakukan adalah gotong royong atau kerja bakti dan masyarakat juga tidak mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut.

Berdasarkan hasil kajian AMMK, keenam warga Matteko tidak pernah melakukan pengerusakan hutan, melainkan aktivitas yang mereka lakukan adalah kerja bakti dengan tujuan membersihkan pohon pinus yang menghalangi maupun berpotensi menganggu aktivitas masyarakat setempat.

Untuk diketahui, keenam warga Matteko dikriminalisasi pihak penegakan hukum dalam hal ini Kapolsek Tompolo Pao dengan menyebarkan informasi yang tidak benar. Fakta yang terjadi di lapangan adalah masyarakat melakukan kerja bakti.

Di samping itu, penahan terhadap enam warga Matteko selama tujuh bulah di Rutan Makassar telah berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan di Desa Erlembang.

Selama 7 bulan proses belajar di SD Matteko mengalami kemerosotan, karena salah satu guru operator sekolah ditahan, sehingga aktivitas pendidikan di Dusun Matteko terganggu. Seperti anak sekolah jarang menerima ilmu dari guru.

Menjelang sidang putusan, warga Matteko dan AMMK akan melakukan protes keras terhadap pengadilan negeri (PN) Sungguminasa, Kabupaten Gowa untuk memberikan keadilan seadil-adilnya kepada enam warga Matteko sebagai korban kriminalisasi oleh UU P3H.

Keenam warga Matteko sampai hari ini tidak pernah melakukan pengerusakan hutan atau pohon pinus yang ada dalam kawasan hutan lindung maupun hutan produksi terbatas di Desa Erlembang. Hal di atas menjadi pertimbangan bagi majelis hakim pengadilan negeri Sungguminasa untuk memutuskan kasus ini seadil-adilnya.

Dengan ini kami dari AMMK menyatakan dan meminta bebaskan keeanm warga adat Matteko, setop menyebarluaskan pembohongan publik, dan pegakkan keadilan yang berpihak kepada masyarakat adat.

Citizen Jurnalism: Muhaimin Arsenio (Humas AMMK)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca