somberena parlementa

Menanti “Taji” PSM di Liga 1 2019

Selasa, 13 Agustus 2019 08:50 WITA Reporter : Ikbal
Menanti “Taji” PSM di Liga 1 2019

MAKASSARMETRO – Lupakan euforia juara Piala Indonesia 2019. Kini, saatnya fokus ke Liga 1 2019.

Sejatinya, penampilan Juku Eja di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia ini belum konsisten. Pada dua laga terakhir, skuat Darije Kalezic menelan kekalahan beruntun.  

Masing-masing takluk di tangan Bali United 0-1 pada 1 Agustus 2019 dan ditekuk Borneo FC 0-2 pada 10 Agustus 2019. Tidak ada jalan lain, PSM wajib memaksimalkan dua laga kandang beruntun di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging menjamu Barito Putera pada 14 Agustus 2019 dan Persib Bandung pada 18 Agustus mendatang.

Menurut eks bek PSM, Faisal Maricar, Barito dan Persib jelas bukan yang lawan mudah buat dikalahkan.

“Secara teknis dan materi pemain, dua klub ini tidak dibawah PSM. Artinya mereka punya potensi meraih poin di Makassar,” ujar Faisal yang membawa PSM juara Piala Perserikatan 1992 ini.

Itulah mengapa Faisal berharap Darije Kalezic sebagai pelatih kepala PSM, secepatnya mendapatkan solusi buat skuatnya. Khususnya saat menjamu Barito.

“Pertandingan nanti ibarat final yang harus dimenangkan. Kalau sampai gagal, bisa jadi PSM kian terpuruk,” kata Faisal.

Faisal merujuk kekalahan PSM dari Borneo. Lepas dari faktor kelelahan, pada pertandingan itu, PSM bermasalah pada bek kiri dan stoper.

“Lihat gol pertama Borneo, bek kiri dan stoper tidak melakukan koordinasi yang baik,” papar Faisal.

Begitu pun di lini depan. Sepanjang 90 menit, PSM sangat minim dalam melakukan variasi serangan. Itulah mengapa, Faisal berharap ada rotasi pemain di sektor ini. Misalnya, memainkan Bayu Gatra sejak menit awal.

“Kalau di lini belakang, PSM bisa berharap banyak dengan kembali Beny Wahyudi dan Aaron Evans. Begitu pun dengan Wiljan Pluim. PSM butuh perannya untuk mengatur irama permainan,” papar Faisal.

Sementara itu, Pelatih PSM Darije Kalezic menilai skuatnya tidak dalam kodisi terbaik, saat Borneo FC mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0. Sebenarnya ia sempat mengontrol pertandinhgan pada menit-menit awal.

“Tapi setelah 10-15 menit berjalan, para pemain seperti kehilangan energi untuk menang,” terang Darije.

Menurut Darije, dirinya sudah memprediksi hal ini bakal terjadi. Mantan pelatih Roda JC Kerkrade ini mengaku sudah berusaha mengantisipasinya dengan mengajak pemain berdiskusi.

“Saya berharap energi dan emosi pemain bisa ‘terbawa’ ke Samarinda usai berpesta juara Piala Indonesia. Ternyata, semuanya tertinggal di Makassar,” papar Darije.

Topik berita Terkait:
  1. Liga 1 2019
  2. PSM Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca