somberena parlementa

Hoaks dan Provokasi Masih Tinggi, Kominfo Perpanjang Pemblokiran Layanan Internet di Papua

Minggu, 25 Agustus 2019 09:08 WITA Reporter : Widya
Hoaks dan Provokasi Masih Tinggi, Kominfo Perpanjang Pemblokiran Layanan Internet di Papua

MAKASSARMETRO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperpanjang pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019.

Pemblokiran layanan data atau internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

Untuk saat ini, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat atau SMS.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Kementerian Kominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat lalu, pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, provokatif, dan rasis masih terbilang tinggi.

Setidaknya 33 konten dan total 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8/2019) siang.

Ke-33 konten serta 849 tautan konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.

Kementerian Kominfo mengimbau warga di seluruh Tanah Air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).

Topik berita Terkait:
  1. Hoaks
  2. Kominfo
  3. Papua
  4. Papua Barat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca