somberena parlementa

Jokowi Setuju Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Kamis, 29 Agustus 2019 12:58 WITA Reporter : Makassarmetro
Jokowi Setuju Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

MAKASSARMETRO – Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan diatur dalam Persaturan Presiden (Perpres).

Presiden Joko Widodo akan merilis Perpres terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi XI DPR.

Sri Mulyani mengusulkan iuran BJKN kelas Mandiri I naik 100 persen dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per peserta mulai 1 Januari 2020.

Lalu, iuran kelas Mandiri II naik dari Rp 59 ribu menjadi Rp 110 ribu per peserta per bulan.

Kemudian, iuran kelas Mandiri III naik Rp 16.500 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per peserta per bulan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR/MPR pada Rabu (28/8/2019), menerangkan langkah kenaikan iuran BPJS Kesehatan benar-benar harus dilakukan.

Menurutnya, bila iuran BPJS Kesehatan naik, maka persoalan defisit anggaran perusahaan akan terselesaikan.

Untuk itu, penerbitan Perpres perlu segera dilakukan agar pemberlakuan kenaikan iuran bisa dilaksanakan mulai tahun depan.

“Insya Allah tidak ada lagi (defisit, red) dengan optimalisasi semuanya. Jadi, sudah dihitung, kalau sudah semuanya, tidak akan defisit lagi,” terang dia.

“Jadi semuanya ‘keroyokan’, termasuk peran pemerintah daerah. Nah, saldo defisitnya baru ditutup dengan kenaikan iuran,” tuturnya.

Bila kenaikan iuran bisa sesuai usulan, kata Sri Mulyani, maka defisit keuangan BPJS Kesehatan bisa berbalik menjadi surplus Rp17,2 triliun.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca