somberena parlementa

Sejumlah Kampus di Maluku Rusak Akibat Gempa 6,8 SR

Kamis, 26 September 2019 16:02 WITA Reporter : Makassarmetro
Sejumlah Kampus di Maluku Rusak Akibat Gempa 6,8 SR Gedung Unpatti Ambon.

MALUKU – Gempa bumi berkekuatan 6,8 SR melanda wilayah Maluku, Kamis (26/9/2019) Pukul 06.46 WIB.

Selain memakan 3 korban jiwa, gempa bumi juga merusak fasilitas kampus.

Hingga kini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemutakhiran dampak pascagempa.

Dilansir dari laman resmi BNPB, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB sudah menghimpun bangunan yang terdampak gempa bumi. Berikut datanya:

  1. Retaknya Sambungan Jembatan Merah Putih.
  2. Kerusakan pada Gedung Rektorat Universitas Pattimura.
  3. Kerusakan pada Auditorium Universitas Pattimura.
  4. Kerusakan pada Gedung Kampus Universitas Pattimura jurusan Kehutanan.
  5. 2 unit Rumah milik warga desa Toisapu Kecamatan Leitimur Selatan mengalami Rusak Berat.
  6. 1 unit Pasar Apung di Negeri Pelau Kabupaten Maluku Tengah.
  7. Retaknya Jalan utama menuju dermaga Ferry Desa Liang, kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
  8. Kerusakan pada Kampus IAIN dan mengakibatkan 1 org luka-luka,dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
  9. Kerusakan pada 1 buah Masjid di Gunung Malintang Kota Ambon.
  10. Kerusakan pada 1 unit Rumah masyarakat di Hative Kecil Kota Ambon.
  11. Kerusakan bagian Plafon Gedung BLK.
  12. Kerusakan pada Gedung Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.
  13. Kerusakan pada Gedung Gereja Rehoboth.
  14. Kerusakan pada Gedung Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku.
  15. Kerusakan pada bangunan Mal Citi Mal.

BPDB setempa terus melakukan upaya untuk mensosialisasikan kepada warga untuk tetap tenang. BPBD bersama mitra di daerah melakukan upaya penanganan darurat kepada para korban terdampak.

BNPB mengimbau warga selalu waspada terhadap gempa-gempa susulan dan tidak terpancing dengan informasi palsu yang dapat menimbulkan kepanikan maupun ketakutan. Pastikan informasi resmi, seperti yang bersumber dari pemerintah daerah setempat dan BMKG.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca