somberena parlementa

Puncak Kemarau, BMKG Sebut 23 Provinsi Terdampak Kekeringan

Minggu, 29 September 2019 09:44 WITA Reporter : Makassarmetro
Puncak Kemarau, BMKG Sebut 23 Provinsi Terdampak Kekeringan

MAKASSARMETRO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada 23 provinsi yang terdampak kekeringan.

Dilansir dari akun Instagram resmi BMKG, dasarian awal September 2019 merupakan puncak musim kemarau. Dimana, 100 persen wilayah zona musim terpantau sudah mengalami kemarau.

Dasarian kedua merupakan waktu titik balik puncak kemarau, setelah kini, 1 persen wilayah teridentifikasi sudah masuk awal musim hujan, yaitu di sebagian Aceh. Meski belum begitu kuat, hujan sudah sering bertandang di negeri serambi Mekkah itu.

Daerah lain juga sudah ada mulai hujan-hujan sporadis, masih gas tipis tipis, sehingga belum bisa dikata masuk awal musim hujan.

Sementara sebagian besar daerah lain, kondisi kurang hujan masih berpotensi terjadi.
Daerah kurang hujan yang mengalami Hari Tanpa Hujan khususnya hingga kategori Ekstrim (lebih dari 60 hari tanpa hujan) berdampak multisektor seperti gagal panen, cadangan air menipis, juga mempengaruhi kualitas udara terutama di daerah-daerah yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

Adapun 23 provinsi yang mengalami kekeringan karena kurang hujan terpanjang hingga pertengahan September 2019 yaitu: Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTT, NTB, Bangka Belitung, Jambi.

Provinsi lainnya, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua.

Topik berita Terkait:
  1. BMKG
  2. Musim Kemarau
Berikan Komentar
Komentar Pembaca