somberena parlementa

Aksi Kemanusiaan Rumah Zakat Action untuk Wamena

Selasa, 01 Oktober 2019 09:31 WITA Reporter : Makassarmetro
Aksi Kemanusiaan Rumah Zakat Action untuk Wamena

MAKASSARMETRO – Belum lama kita merespon kekeringan, kabut asap, dan bencana gempa bumi di Ambon Maluku, Indonesia kembali diuji dengan terjadinya tragedi kemanusiaan di Wamena. Rumah Zakat Action terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, kabut asap, gempa Ambon, dan merespon tragedi kemanusiaan Wamena.

Tragedi kerusuhan di Wamena yang telah menewaskan 33 orang warga, 84 orang luka ringan, serta 7.278 mengungsi menjadi duka bersama.

Rumah Zakat sebagai lembaga kemanusiaan merespon kejadian ini sebagai kejadian kemanusiaan karena ribuan warga yang merasakan dampaknya.

“Kita harus ikut aktif melakukan aksi bantuan kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban” kata CEO Rumah Zakat, Nur Efendi
Rumah Zakat mengirimkan lima relawan yang kini telah tiba di Wamena, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Makassarmetro.com, Selasa (1/10/2019).

Di sana para relawan menyalurkan bantuan logistik untuk warga dan juga mendirikan dapur umum. Selain lima relawan, Rumah Zakat pun menerjunkan 20 orang untuk membantu para pengungsi di Sentani Jayapura.

“Para relawan berkoordinasi dengan TNI dan juga pihak-pihak terkait dalam upaya membantu warga Wamena. Sebab kami harus terus waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkap Efendi.

Aksi kemanusian Wamena akan terus berlanjut hingga keadaan kembali normal, adapun rencana aksi selanjutnya adalah distribusi bantuan logistik dan paket makanan siap saji, pendampingan psikososial, layanan medis dan santunan sosial, sementara itu kebutuhan mendesak yang diperlukan warga Wamena adalah bahan pangan, keperluan bayi, obat-obatan, selimut dan pakaian, serta hygiene kit.

Pengungsi Sulsel
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mansur mengatakan usai kerusuhan di Wamena Papua, sekitar 1.300-an warga Sulawesi Selatan masih mengungsi.

Mansur mengatakan, warga yang mengungsi dari Wamena dan kini berada di Jayapura kurang lebih sekitar 1.300-an orang itu ditampung di rumah-rumah tongkonan warga, di Asrama Lanud 751 Jayapura, Rindam Jayapura, dan sebagian ada di keluarga masing-masing. Ia menambahkan, kondisi terakhir sudah aman dan kondusif.

Branch Manager Rumah Zakat Makassar menuturkan, mengantipasi kedatangan pengungsi dari Wamena, Rumah Zakat Makassar sudah mendirikan Posko Crisis Center.

Posko ini siap melayani para pengungsi yang membutuhkan bantuan berupa penginapan, akomodasi.

“Jadi kami terus memantau keadaan saudara-saudara kita di Wamena, kami sudah memantau bandara dan koordinasi dengan berbagai dinas terkait, namun memang belum ada pengungsi Wamena yang tiba di Sulsel” terangnya.

Aksi Kemanusiaan Gempa Ambon
Untuk Gempa Ambon, Rumah Zakat menurunkan 10 relawan tim evakuasi dan medis, mendistribusikan paket makanan siap saji, paket kornet superqurban, air mineral, serta layanan medis.

“Gempa susulan terus terjadi di Ambon Maluku. Oleh karena itu para relawan di lokasi selalu bersiap siaga sehingga bila terjadi gempa yang lebih besar, kita dapat melakukan hal preventif untuk meminimalisir dampak negatifnya,” ujar CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Menurut Efendi untuk kedepannya para relawan akan terus melakukan distribusi bantuan logistik, pendampingan psikososial, layanan medis, serta turut melakukan pembersihan reruntuhan puing bangunan.

Sementara itu kebutuhan mendesak dari para pengungsi saat ini antara lain makanan siap saji, perlengkapan khusus wanita, obat, tenda, dan perlengkapan balita.

Topik berita Terkait:
  1. Papua
  2. Rumah Zakat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca