somberena parlementa

Pj. Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb Serukan Perangi HIV/AIDS

Jumat, 11 Oktober 2019 13:50 WITA Reporter : Haider
Pj. Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb Serukan Perangi HIV/AIDS

MAKASSARMETRO – Pj. Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menghadiri Technical Workshop on Fast Track Strategy to End AIDS Epidemic and ASEAN Getting to Zero Mayors Meeting, di Jotel Westin Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (11/10/2019). Iqbal Suhaeb menyerukan untuk memerangi HIV/AIDS.

Di Kawasan Timur Indonesia, Sulawesi Selatan adalah provinsi terbesar kedua setelah Papua dalam hal penemuan kasus HIV/AIDS.

Penemuan kasus baru HIV di masyarakat dilakukan melalui skrining HIV pada kelompok berisiko sesuai dengan Permenkes tentang Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDA yang telah diatur untuk dilakukan di semua provinsi dan kabupaten/kota.

Makassar adalah yang tertinggi di Sulawesi Selatan dengan angka prevalensi 0,5 per 1.000 penduduk di tiap tahunnya.

Pada 2016, temuan kasus baru HIV sejumlah 773 orang, tahun 2017 meningkat sebanyak 1.038 orang, dan 2018 sebanyak 772 orang.

Melihat angka-angka itu, Iqbal Suhaeb merasa perlu mengambil tindakan nyata untuk memerangi HIV/AIDS. Berbagai program di Indonesia banyak diawali di Makassar sebagai program percontohan atau pilot project.

Salah satunya kebijakan Strategic Use for ARV Ttreatment (SUFA) yang dimulai di tahun 2013 di 8 kota di Indonesia termasuk Makassar yang menganjurkan pemeriksaan HIV bagi ibu hamil yang melakukan Ante Natal Care di beberapa Puskesmas saja.

Dilakukan terobosan di mana seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan, dilakukan pula pemeriksaan HIV. Hal itu berimplikasi seluruh Puskesmas di Makassar dapat melakukan pemeriksaan screening HIV untuk ibu hamil.

Adanya perluasan pemeriksaan bukan hanya populasi berisiko tersebut, yang juga diikuti dengan screening HIV pada pasien Tuberkulosis, Hepatitis, dan warga binaan terbukti cukup memberi peningkatan penemuan kasus yang signifikan. Sehingga, intervensi
terhadap pengidap HIV AIDS juga lebih cepat dapat dilakukan.

“Pada saat ini, meskipun layanan program HIV telah semakin diperluas ke kabupaten, kota lain, namun masih banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang lebih memilih berobat atau melanjutkan pengobatan di kota Makassar,” kata Iqbal Suhaeb.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh karena sarana dan prasana di Kota Makassar disertai pula SDM yang terlatih dalam penanganan HIV. Selain juga karena adanya kecenderungan bagi ODHA untuk berobat justru bukan di wilayah domisili pasien tersebut.

Topik berita Terkait:
  1. Pemkot Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca