somberena parlementa

Like Postingan Nyinyir, ASN Bisa Disanksi

Senin, 14 Oktober 2019 16:04 WITA Reporter : Makassarmetro
Like Postingan Nyinyir, ASN Bisa Disanksi

MAKASSARMETRO – Perkembangan media sosial sosial saat ini bukan berarti bebas melakukan aktivitas di dalamnya. Khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), perlu hati-hati dalam bermedia sosial.

ASN yang kedapatan mengunggah konten nyinyir atau berbau ujaran kebencian bida dihukum. Hukuman paling berat bagi ASN yang mengunggah konten nyinyir bisa dipecat.

Dalam surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada PPK tentang Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PNS yang terbit Mei 2018, disebutkan bahwa menyebarluaskan pernyataan ujaran kebencian di media sosial bisa membuat ASN dihukum.

Adapun bunyi poin 6 huru c dalam surat edaran tersebut: Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan hujatan kebencian sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b) baik secara langsung maupun melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, regram, dan sejenisnya).

Jangankan mengunggah, ASN yang menanggapi postingan nyinyir pun bisa dihukum. Misalnya, ASN yang memberi like atau mengomentari sebagai bentuk dukungan bisa dikena hukuman.

Hal tersebut sebagaimana dalam poin 6 huruf f: Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b) dengan memberikan likes, love, retweet, regram, atau comment di media sosial.

Dilasir dari Detik.com, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menyatakan hukuman yang menanti pun beragam. Mulai dari hukuman ringan berupa teguran, hukuman sedang berupa penundaan naik pangkat dan gaji.

Adapun hukuman terberatnya sendiri menurut Ridwan adalah pemecatan bagi ASN.

“Jadi sesuai PP 53 tahun 2010 itu hukuman disiplin bagi ASN, ringannya itu teguran lisan dan tertulis, atau pernyataan tidak puas. Terus meningkat bisa ke menengah dan berat katakanlah penundaan kenaikan pangkat setahun lalu penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun,” kata Ridwan.

“Yang terberat itu pemberhentian dengan hormat atas tidak permintaan sendiri dan pemberhentian tidak dengan hormat atas tidak permintaan sendiri,” tambahnya.

Topik berita Terkait:
  1. ASN
  2. BKN
  3. Media Sosial
Berikan Komentar
Komentar Pembaca