somberena parlementa

Ribuan Akun WhatsApp Diretas Spyware Perusahaan Israel

Kamis, 31 Oktober 2019 08:54 WITA Reporter : Makassarmetro
Ribuan Akun WhatsApp Diretas Spyware Perusahaan Israel

MAKASSARMETRO – Ada 1.400 pengguna WhatsApp diretas perusahaan asal Israel Spyware NSO Group.

Dilansir dari CNN Indonesia, WhatsApp dan induknya Facebook Inc. menggugat produsen spyware NSO Group.

Mereka menuduh bahwa perusahaan Israel menggunakan malware untuk meretas dan melakukan mengawasan terhadap ribuan akun tersebut.

Laporan BNN Bloomberg, antara Januari 2018 hingga Mei 2019, NSO membuat akun WhatsApp yang digunakannya untuk mengirim kode jahat ke perangkat yang ditargetkan.

Hal ini berdasarkan gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di San Francisco.

Akun palsu dibuat menggunakan nomor telepon yang terdaftar di berbagai negara, termasuk Siprus, Israel, Brasil, Indonesia, Swedia, dan Belanda.

Sekitar 29 April hingga 10 Mei, NSO mengeluarkan kodenya atas server WhatsApp yang menargetkan pengacara, jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembangkang politik, diplomat, dan pejabat senior pemerintah asing lainnya, kata gugatan itu.

Kelompok hak asasi manusia dan para peneliti telah memperingatkan kehadiran NSO selama bertahun-tahun.

NSO mengatakan teknologinya membantu intelijen pemerintah dan lembaga penegak hukum menggagalkan serangan teroris besar, membawa pulang anak-anak yang diculik dan menghentikan para pedofil dan penjahat lainnya.

Tetapi whistle blower AS Edward Snowden menuduh perusahaan itu membantu Arab Saudi melacak dan membunuh kritikus pemerintah Jamal Khashoggi.

WhatsApp mengatakan telah memperbaiki kerentanan. Meskipun tidak menyebutkan NSO Group untuk mengeksploitasi kerentanan, kelompok Israel secara luas diyakini berada di belakangnya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Citizen Lab, menuduh NSO Group menjual malware-nya kepada rezim yang menindas untuk tujuan mengawasi para pembangkang.

Topik berita Terkait:
  1. WhatsApp
Berikan Komentar
Komentar Pembaca