somberena parlementa

Ini Deretan Hujan Meteor di Sepanjang November 2019

Jumat, 01 November 2019 16:07 WITA Reporter : Makassarmetro
Ini Deretan Hujan Meteor di Sepanjang November 2019

MAKASSARMETRO – Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto mengatakan, hujan meteor akan terjadi pada bulan-bulan menjelang akhir tahun.

Sejumlah fenomena astronomi akan menghiasi langit sepanjang November ini. Mulai dari hujan meteor hingga sejumlah peristiwa konjungsi planet. 

“Akhir tahun memang bukan menjadi masa yang baik untuk menanti fenomena astronomis. Kondisi Indonesia kontras dengan tempat di belahan utara yang justru banyak langit cerah saat musim dingin,” jelasnya dikutip CNN Indonesia.

Langit Indonesia bagian barat jelang akhir tahun biasanya tertutup awan lantaran sudah memasuki musim hujan.

Berikut adalah jadwal fenomena yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

5-6 November: Hujan Meteor Taurid

Awal November ini langit akan dihujani meteor taurid yang tergolong sebagai hujan meteor kecil. Dalam sejamnya, hujan meteor ini hanya menghasilkan 5 sampai 10 meteor yang jatuh. Setiap tahunnya, hujan meteor taurid terjadi sejak 7 November hingga 10 Desember dan berpuncak pada 5 November.

Namun berdasarkan penjelasan Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto, fenomena ini akan sulit diamati di Indonesia. Sebab, kondisi lingkungan dan jumlah meteor cukup mempengaruhi visibilitasnya.

“Hujan meteor Taurid sepertinya akan lewat begitu saja karena intensitas yang rendah dan menuntut lokasi pengamatan yang ideal, yakni daerah gelap jauh dari polusi cahaya,” jelas Rhorom.

11 November: Transit Merkurius

Salah satu fenomena astronomis lainnya yang cukup jarang terjadi adalah transit Merkurius. Planet merkurius akan melintasi permukaan matahari sehingga akan terlihat seperti titik kecil hitam di matahari.

Merkurius terakhir transit di matahari pada Mei 2016 dan akan kembali pada November 2032.

Namun sayangnya fenomena langka ini tidak dapat disaksikan di Indonesia. Rhorom menjelaskan bahwa disaat transit itu terjadi, letaknya sudah tidak mendekati Indonesia.

“Pada saat itu, Matahari sudah berada di bawah ufuk Indonesia. Demikian pula Merkurius.”

12 November: Bulan Purnama

Pada saat itu, bulan akan terletak di sisi berlawanan dari Bumi saat Matahari akan sepenuhnya diterangi. Bulan purnama akan terjaddi pada pukul 20:36 WIB.

17-18 November: Hujan Meteor Leonid

Leonid diperkirakan akan menghujani langit sejak 6 hingga 30 November. Namun puncaknya diperkirakan akan jatuh para 17-18 November. Rata-rata Leonid akan jatuh sebanyak 15 meteor per jam. Hujan meteor ini berasal dari butiran debu komet Tempel-Turttle. Meteor ini juga memancar dari konstelasi Leo.

24 November: Konjungsi Venus dan Jupiter

Pada fenomena ini, kedua planet tersebut akan terlihat berdekatan. Keduanya dapat dilihat setelah matahari terbenam.

26 November: Bulan Baru

Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan matahari dan tidak akan terlihat di langit pada malam hari. Fenomena ini terjadi pada 22:06 WIB.

26 November: Merkurius di Elongasi Barat Maksimum

Planet merkurius akan berada pada elongasi barat maksimum sebesar 20,1 derajat dari matahari. Fenomena ini dapat disaksikan sesaat sebelum matahari terbit.

Topik berita Terkait:
  1. Hujan Meteor
Berikan Komentar
Komentar Pembaca