somberena parlementa

Peringatan Psikolog Soal Kebiasaan Curhat di Media Sosial

Kamis, 07 November 2019 13:42 WITA Reporter : Makassarmetro
Peringatan Psikolog Soal Kebiasaan Curhat di Media Sosial

MAKASSARMETRO – Baru-baru ini, seorang wanita memceritakan kisah rumah tangganya melalui media sosial. Dari kisah yang dibagikan pun menarik perhatian banyak orang dan menjadi trending topik. Yah, kisah perselingkuhan dengan tagar layangan putus.

Seorang Psikolog klinis Kasandra Putranto, berbagi informasi terkait membagikan kisah melalui media sosial. Katanya, berbagai informasi, cerita maupun berita memang bisa memengaruhi emosi masyarakat, tidak hanya persoalan kisah sedih dan perselingkuhan. Emosi ini bisa berbentuk kemarahan hingga depresi.

Tanpa disadari pula, informasi apapun yang mengaduk emosi dapat menyebabkan reaksi tak terkendali dari warganet sebagai pembaca.

“Reaksi masyarakat menjadi tidak terkendali, ada yang stres, ada yang trauma, ada yang marah, ada yang ngamuk, ada yang membully,” kata Kasandra dikutip Suara.com.

Begitu pula dampaknya ketika seseorang curhat atau menuliskan kisah sedih di media sosial. Situasi ini seharusnya bisa dijadikan pelajaran bagi semua orang ketika ingin membagikan cerita hidup atau mencurahkan isi hati di media sosial.

Apalagi jika cerita itu mengarah pada perilaku yang melanggar norma, kebiasaan atau menetang keyakinan masyarakat.

Sehingga cerita itu akan lebih cepat mendapat respon publik dan menimbulkan reaksi yang tak terkendali.

“Pada kasus ini justru masyarakat harus diingatkan untuk menjaga lisan dan laku. Karena, kekuatan media sosial sekarang telah menjadi sangat luar biasa. The power of netizen mampu menguliti hidup seseorang, terutama jika salah langkah,” terang Kasandra.

“Di sisi lain juga mampu membuat seseorang terkenal dalam waktu sekejap, baik karena prestasi maupun karena hal lain,” tambahnya.

Untuk itu, media sosial sebaiknya tidak menjadi ajang untuk mencurahkan tentang kehidupan kita.

Topik berita Terkait:
  1. Medsos
  2. Psikolog
Berikan Komentar
Komentar Pembaca