somberena parlementa

Gara-gara Wajah Mirip Mantan Suami, Balita Ini Dianiaya Ibunya Hingga Patah Kaki

Senin, 25 November 2019 10:21 WITA Reporter : Makassarmetro
Gara-gara Wajah Mirip Mantan Suami, Balita Ini Dianiaya Ibunya Hingga Patah Kaki ilustrasi

SAMARINDA – Entah apa yang merasuki MD. Perempuan di Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur itu tega menganiaya darah dagingnya sendiri yang masih berusia 3 tahun, hingga mengalami patah tulang.

Penganiayaan itu rupanya dipicu perasaan benci, lantaran si balita memiliki wajah yang mirip dengan mantan suami pelaku. Peristiwa ini terungkap dari ibu angkat MD berinisial IA.

Awalnya IA seperti mendapat firasat bahwa ada hal buruk yang menimpa anak asuhnya tersebut. Apalagi IA sudah sebulan terakhir tidak pernah bertemu anak asuhnya itu.
Atas dorongan firasat itu, IA dan suami memutuskan berkunjung ke rumah MD.

IA mengatakan, setiap menggendong bocah malang itu, selalu saja ada bekas luka di tubuh si bocah. Bahkan kondisi berat badannya kerap menurun, seperti tak diberi makan. IA pun menaruh curiga terhadap MD. Akan tetapi karena belum memiliki bukti, IA tidak bisa melakukan apa-apa.

“Kami tidak melihat langsung. Jadi, kami cuma bisa diam. Cuma rasa curiga saya sangat besar sekali. Masa luka besar karena cakaran kucing. Kan, tidak masuk akal,” ungkap IA dikutip dari Samarinda Pos, Minggu (24/11/2019).

Dia kaget ketika melihat kondisi anak angkatnya tersebut di rumah. MD menolak ajakan IA si balita dibawa ke rumah sakit. IA mengancam jika MD tidak dibawa ke rumah sakit, maka dia akan melaporkan kejadian ini kepada polisi. MD pun luluh. Dia memperbolehkan IA membawa anaknya.

Korban pun dibawa atas pengetahuan RT setempat.  Setelah dirawat tiga hari barulah ketahuan kalau kaki MD patah di bagian paha. Dia tidak bisa berdiri.

Sambil MD dirawat, rupanya hal ini sudah dilaporkan kepada Tindak Pidana Kekerasan (Tipiker), Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menangani anak-anak dan perempuan korban kekerasan. Dari situlah persoalan ini masuk ke jajaran Reskrim Polsekta Samarinda Ulu. Polisi juga telah mendatangi MD 13 November lalu.

Pemilik Yayasan Rumah Aman, Sri Utari mengatakan bahwa yang bersangkutan atau pelaku sudah bertemu. Bahkan mengakui perbuatannya. Saat ditanya, MD memang menyiksa anaknya, sampai kaki anaknya patah.

“Dia juga mengalami stres berat sejak kehamilan anak ini. Sebelumnya dia dicerai suaminya. Ditinggal saat hamil. Jadi, dia bawa pikiran itu sampai melahirkan. Dia bilang anaknya itu mirip bapaknya. Makanya dia sering benci dan menyiksa anaknya,” tuturnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. aniaya
  2. balita
  3. patah kaki
  4. samrinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca