MAKASSARMETRO – Kota Makassar tengah mempersiapkan diri memenuhi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Langkah ini merupakan tahapan agar masuk dalam Jejaring Kota Kreatif versi UNESCO.

Berdasarkan hasil Forum Group Discussion yang telah beberapa kali dilakukan, Dinas Pariwisata Kota Makassar bersama pelaku industri kreatif telah menyepakati akan mengusung 3 subsektor ekonomi kreatif prioritas.

“FGD kemarin kita telah sepakati untuk mengusung Makassar Kota Kreatif di subsektor gastronomi atau kuliner, seni pertunjukan serta sinematografi meliputi film, video dan animasi,” ungkap Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Makassar, Amaliah Malik, Kamis (28/11/2019).
Meskipun hanya tiga subsektor yang diajukan, Dispar Makassar memastikan bahwa subsektor lainnya, yang masih ada 13 subsektor, tidak bakalan terabaikan atau tersisihkan. Justru kekuatan ekonomi kreatif, kata Amaliah, yakni kolaborasi antar subsektor, saling menopang.
Untuk itu, dia mengajak pelaku industri kreatif dari ketiga subsektor ini untuk mengisi borang sebagai persyaratan sebelum dilakukan assessment oleh Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Pengisian borang ini untuk subsektor seni pertunjukan atau performing arts, minimal 30 sebelum disubmit. Kita akan lengkapi sebelum dilakukan assessment oleh Bekraf dan Kemendikbud,” terangnya.
Dia menegaskan bahwa pengisian borang secara daring ini merupakan tahapan baku sebelum mengajukan. Dihadirkan pula sejumlah tokoh seperti Ida Noer Haris dan Iin Joesoef Madjid untuk mendampingi proses pendiskusian selama pengisian dilakukan.
“Kita hadirkan narasumber yang tidak asing di dunia seni pertunjukan di Makassar, ada ibu Ida dari IWAPI, ada Ibu IIn, pendiri YAMA sekaligus Direktur Badan Promosi Pariwisata Makassar,” ujar dia.
Amaliah Malik kembali mengingatkan, kota yang masuk dalam jejaring kota kretaif UNESCO (UCCN) akan memiliki sejumlah keuntungan. Beberapa di antaranya yakni promosi wisata dan budaya di tingkat dunia, yang dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara.
Selain itu, juga dapat berefek bagi komunitas kreatif di Makassar, baik dalam proses promosi maupun produksi. Dampak lainnya, kata dia, akan bermuara pada peningkatan taraf ekonomi di Makassar.
“Baru ada 3 kota di Indonesia yang masuk UCCN, Pekalongan itu Seni Pertunjukan, Maluku dengan Musiknya, Bandung dengan desain. Kita juga mau Makassar masuk UCCN, dari ketiga subsektor ini yang mana paling menonjol, nanti akan diputuskan oleh penilai,” pungkasnya.
Rencananya penilaian penentuan subsektor paling menonjol sebelum masuk ke UCCN akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang.
Di Forum RUU Pangan, Munafri Tawarkan Solusi Smart Green House ke DPR
Jumat, 05 Juni 2026 22:06
Dukung Stadion Untia, PIP Serahkan Aset ke Pemkot Makassar
Jumat, 05 Juni 2026 21:03
Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Skema Pengupahan PJLP
Kamis, 04 Juni 2026 20:45
Baznas RI Kawal Seleksi Capim Baznas Makassar, Fokus pada Kompetensi dan Integritas
Kamis, 04 Juni 2026 19:42
SK Jangan Disekolahkan, Pesan Wali Kota Saat Lantik 167 PNS Pemkot Makassar
Rabu, 03 Juni 2026 21:55
Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juni 2026, Ini Rinciannya
Senin, 01 Juni 2026 23:37
Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan
Senin, 01 Juni 2026 20:19
Makassar Half Marathon 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Kebanjiran Rezeki
Minggu, 31 Mei 2026 21:32