somberena parlementa

Makassar Target UCCN, Pelaku Seni Pertunjukan Turut Berpartisipasi

Kamis, 28 November 2019 12:58 WITA Reporter : Makassarmetro
Makassar Target UCCN, Pelaku Seni Pertunjukan Turut Berpartisipasi

MAKASSARMETRO – Kota Makassar tengah mempersiapkan diri memenuhi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Langkah ini merupakan tahapan agar masuk dalam Jejaring Kota Kreatif versi UNESCO.

Berdasarkan hasil Forum Group Discussion yang telah beberapa kali dilakukan, Dinas Pariwisata Kota Makassar bersama pelaku industri kreatif telah menyepakati akan mengusung 3 subsektor ekonomi kreatif prioritas.

“FGD kemarin kita telah sepakati untuk mengusung Makassar Kota Kreatif di subsektor gastronomi atau kuliner, seni pertunjukan serta sinematografi meliputi film, video dan animasi,” ungkap Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Makassar, Amaliah Malik, Kamis (28/11/2019).

Meskipun hanya tiga subsektor yang diajukan, Dispar Makassar memastikan bahwa subsektor lainnya, yang masih ada 13 subsektor, tidak bakalan terabaikan atau tersisihkan. Justru kekuatan ekonomi kreatif, kata Amaliah, yakni kolaborasi antar subsektor, saling menopang.

Untuk itu, dia mengajak pelaku industri kreatif dari ketiga subsektor ini untuk mengisi borang sebagai persyaratan sebelum dilakukan assessment oleh Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dan Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Pengisian borang ini untuk subsektor seni pertunjukan atau performing arts, minimal 30 sebelum disubmit. Kita akan lengkapi sebelum dilakukan assessment oleh Bekraf dan Kemendikbud,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa pengisian borang secara daring ini merupakan tahapan baku sebelum mengajukan. Dihadirkan pula sejumlah tokoh seperti Ida Noer Haris dan Iin Joesoef Madjid untuk mendampingi proses pendiskusian selama pengisian dilakukan.

“Kita hadirkan narasumber yang tidak asing di dunia seni pertunjukan di Makassar, ada ibu Ida dari IWAPI, ada Ibu IIn, pendiri YAMA sekaligus Direktur Badan Promosi Pariwisata Makassar,” ujar dia.

Amaliah Malik kembali mengingatkan, kota yang masuk dalam jejaring kota kretaif UNESCO (UCCN) akan memiliki sejumlah keuntungan. Beberapa di antaranya yakni promosi wisata dan budaya di tingkat dunia, yang dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain itu, juga dapat berefek bagi komunitas kreatif di Makassar, baik dalam proses promosi maupun produksi. Dampak lainnya, kata dia, akan bermuara pada peningkatan taraf ekonomi di Makassar.

“Baru ada 3 kota di Indonesia yang masuk UCCN, Pekalongan itu Seni Pertunjukan, Maluku dengan Musiknya, Bandung dengan desain. Kita juga mau Makassar masuk UCCN, dari ketiga subsektor ini yang mana paling menonjol, nanti akan diputuskan oleh penilai,” pungkasnya.

Rencananya penilaian penentuan subsektor paling menonjol sebelum masuk ke UCCN akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang.

Topik berita Terkait:
  1. UCCN
Berikan Komentar
Komentar Pembaca