Hadir Sebagai Saksi, Ini Penjelasan Danny Pomanto Terkait Kasus Suap Hibah KPU Makassar 2017-2018

Kamis, 05 Desember 2019 20:14 WITA Reporter : Haider
Hadir Sebagai Saksi, Ini Penjelasan Danny Pomanto Terkait Kasus Suap Hibah KPU Makassar 2017-2018

MAKASSARMETRO – Sebagai warga negara yang baik, Mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruangan sidang Prof Bagir Manan Pengadilan Negri Makassar, Kamis (5/12/2019).

Dikawal sejumlah loyalisnya, Danny menyalami sejumlah pengunjung Pengadilan Negeri Makassar. Mengenakan kemeja putih dan jeans biru, ia melempar senyum kepada setiap orang.

Danny hadir di PN Makassar sebagai saksi kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Makassar ke KPU tahun 2017-2018. Total anggaran yang dikucurkan Rp 60 miliar. Sebagian diduga dikorupsi sekretaris KPU Makassar.

Jaksa penuntut umum Mudazzir menghadirkan Danny untuk menjelaskan peran dua terdakwa mantan sekretaris KPU Kota Makassar Sabri dan mantan bendahara KPU Kota Makassar Habibie

Di persidangan tersebut, Danny Pomanto tampak santai menjawab setiap pertanyaaan dari jaksa dan hakim. Begitupun saat menjawab pertanyaan dari kedua tersangka.
Dengan santai, Politikus NasDem itu menjawab semua pertanyaan dari majelis hakim dan jaksa penuntut.

“Yang pertama saya ingin katakan bahwa sebagai warga negara yang baik, saya hadir karena saya taat hukum. Kedua menjelaskan bagaimana dana hibah yang disetujui waktu itu (proses tahapan Pilwalkot Makassar 2017-2018, red),” papar Danny Pomanto.

Danny menjelaskan, proses pemberian dana hibah Pilwalkot yang dikorupsi Sabri. “Saya menerima surat dari KPU. Kemudian surat itu diproses. Kemudian setelah itu ke TPAD, kemudian disetujui oleh DPRD baru dimasukkan ke dalam APBD,” urai Danny.

Dia sempat tiga kali meminta dilakukan audit. “Tiga kali saya meminta Inspektorat untuk audit. Sudah diaudit. Setahu saya, ada hal-hal yang ditemukan tetapi detailnya saya tidak tahu,” lanjut Danny.

“Dari temuan Inspektorat, ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan tetapi tidak dilakukan. Itu salah satu hasil temuan,” katanya lagi.

“Ada juga anggaran yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Saya tidak tahu berapa jumlahnya. Saya perintahkan Inspektorat untuk diselesaikan secara hukum. Ini juga temuan Inspektorat yang dilaporkan ke saya,” paparnya.

Topik berita Terkait:
  1. Danny Pomanto
Berikan Komentar
Komentar Pembaca