Bawaslu Makassar Dalami Foto Petugas Kebersihan Yang Pakai Baju Bakal Calon Walikota

Jumat, 21 Februari 2020 18:01 WITA Reporter : Ikbal
Bawaslu Makassar Dalami Foto Petugas Kebersihan Yang Pakai Baju Bakal Calon Walikota

MAKASSARMETRO – Menanggapi beredarnya foto-foto petugas kebersihan yang memakai baju salah satu bakal calon wali kota Makassar inisial AP. Badan Pengawas Pemilu Kota Makassar segera bertindak dan akan mendalami foto-foto yang beredar di beberapa grup Whatsapp dan media sosial.

Demikian hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Makassar, Nursari, saat dikonfirmasi lewat telpon genggamnya, Jumat (21/2/2019).

Nursari menegaskan bahwa apabila ada salah satu calon kepala daerah yang menggunakan fasilitas negara untuk kampanye, hal itu sama sekali tidak diperbolehkan dalam UU nomor 10 tahun 2016.

“Fasilitas negara itu tidak bisa di gunakan dalam berkampanye oleh pasangan calon dalam pemilhan, hal ini bisa kita liat dlm pasal 69 huruf h dan i UU 10/16, “kata Nursari.

Olehnya dengan adanya foto petugas kebersihan yang beredar. Dengan bergambar salah satu calon walikota, Bawaslu segara mendalaminya.

“Kita akan dalami, apakah melanggar pasal tersebut,”jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, bahwa para petugas kebersihan tersebut diminta oleh lurah dan camat untuk memakai baju yang bergambar salah satu bakal calon di Pilwalkot Makassar.

” Infonya pak camat langsung yang perintahkan bahwa semua petugas kebersihan harus memakai baju bergambar salah satu bakal calon walikota, ” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara Lurah Bira Kecamatan Tamalanrea, Muh. Kasim menampik jika pihak pemerintah kelurahan yang memberi instruksi untuk mengenakan pakaian tersebut.

“Tidak ada instruksi dari kelurahan, saya saja baru tahu lewat grup-grup WA tadi,” kata Muh. Kasim.

Sekadar diketahui hari ini Jumat, (21/2/3019) telah beredar foto-foto petugas kebersihan yang bertugas di kecamatan Tamalanrea tampak memakai baju berwarna merah dengan gambar wajah balon walikota Makassar yang terpampang di bagian dada dan nama sapaannya bahkan belakang.

Tentu hal ini sangat disayangkan terjadi. Dimana kejadian ini memperlihatkan betapa tidak takutnya calon kandidat tersebut terjerat undang-undang pilkada.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca