Hari Kebudayaan Ditunda, Pemkot Makassar Tetap Minta Warga Berbusana Adat

Kamis, 19 Maret 2020 17:31 WITA Reporter : Musthain
Hari Kebudayaan Ditunda, Pemkot Makassar Tetap Minta Warga Berbusana Adat

MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar menunda perayaan Hari Kebudayaan. Asisten I, M Sabri, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, menyampaikan bahwa penundaan ini disebabkan situasi siaga darurat Covid-19.

“Untuk sementara, hari kebudayaan dan pekan budaya kita tunda, sampai batas waktu yang tidak ditentukan, apalagi sekarang BNPB telah menetapkan keadaan siaga darurat sampai 29 Mei, oleh karena itu kegiatan menyangkut Hari Kebudayaan, seperti parade budaya, kita tiadakan untuk sementara waktu sambil melihat perkembangan hari demi hari virus covid-19,” jelas Sabri saat konfrensi pers di Museum Kota, Kamis (19/3/2020).

Walau begitu, Kepala Bidang Penerapan Seni dan Budaya, Dinas Kebudayaan Makassar, Andi Herfida Attas, tetap meminta kepada masyarakat untuk memperingati Hari Kebudayaan dengan cara berpakaian adat saat beraktifitas.

“Pada tanggal 1 April tetap kita berpakaian baju adat dalam beraktifitas, jadi bukan berpakaian ada untuk berkumpul, tidak ada kegiatan berkumpul pada 1 April, tetapi memakai baju adat dalam berkatifitas dalam keseharian kita,” ujar Herfida Attas.

Selain itu, Herfida Attas juga mengimbau kepada kantor-kantor pemerintah dan swasta serta usaha perhotelan untuk menyajikan makanan dan kue tradisional.

“Juga diimbau pada 1 April, untuk mengonsumsi makanan tradisional, tetapi ini bukan suatu kewajiban, tidak ada kewajiban, tapi diimbau untuk mengonsumsi makanan atau kue tradisional atau pun juga minuman tradisional,” tambahnya.

Padahal, Dinas Kebudayaan Makassar yang menjadi panitia teknis telah melakukan 50% persiapan untuk peringatan Hari Kebudyaan.

Namun, sejumlah rangkaian kegiatan, seperti upacara peringatan, parade budaya, festival kuliner tradisional dan malam seni budaya yang rencananya digelar 1-5 April mendatang terpaksa ditunda.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca