Sosialisasi PSBB, Pengendara Ojek Online Keluhkan Hal Ini

19 Apr 2020 19:06
Author: Redaksi MakassarMetro

MAKASSARMETRO — Sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dikeluhkan oleh para pengemudi ojek online.

“Ini baru sosialisasi, kita sudah diminta untuk tidak lagi membawa penumpang, kemungkinan penghasilan saya akan berkurang,” kata Rendy, Minggu (19/4/2020) salah satun pengemudi ojek online (ojol).

Ia mengaku, dirinya selama pemberlakuan PSBB driver hanya diperbolehkan untuk melayani pesan antar saja. Sehingga menurutnya berpengaruh signifikan terhadap pendapatannya sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Tak hanya dirasakan tukang ojek online, supir angkot (pete-) pun turut merasakan hal sama terkait pemberlakuan PSBB, karena adanya pembatasan penumpang, seperti yang diungkapkan Rizal.

Rizal menyebut, pemberlakuan PSBB membuatnya harus memutar otak agar mendapatkan penghasilan.

“Dulu ada delapan penumpang dalam sehari, setiap satu kali race (beroperasi, red.) bawa empat orang, ketika pemberlakuan PSBB pasti akan lebih ketat lagi untuk larangan keluar rumah,” ucapnya.

Pembatasan moda transportasi dalam pengangkutan penumpang masuk pada aturan PSBB, sedangkan pemerintah kota Makassar secara resmi menerapkan PSBB mulai tanggal 24 April mendatang.

Berita Terkini