Durasi Puasa di Negara Ini 20 Jam, Ini Sebabnya

24 Apr 2020 21:10
Author: Redaksi MakassarMetro

MAKASSARMETRO — Kemiringan sumbuh rotasi sebesar 23,5° terhadap perpotongan bidang ekuator bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari, mengakibatkan munculnya perbedaan waktu siang dan malam.

Pada 22 Desember sampai 21 Juni, kemiringan sumbu membuat kutub utara lebih condong ke matahari. Hal itu menjadi alasan mengapa saat ini negara-negara di wilayah utara lebih lama puasanya, lantaran siangnya lebih panjang.

Ada negara harus menjalani puasa dengan durasi lebih dari 15 jam, sementara yang tercepat berpuasa sekitar 11 jam.

Di lansir melalui laman Al Jazeera, tahun ini Greenland, Norwegia, dan Finlandia mencatat durasi puasa terpanjang selama 20 jam dalam sehari.

Sementara durasi puasa terpendek dijalani umat Muslim di Afrika Selatan, Australia, dan Chile selama 11 jam 5 menit.

Secara detail, berikut durasi puasa di sejumlah kota dan negara mulai dari durasi terpanjang hingga tercepat.

Sedangkan untuk di Indonesia karena dilalui oleh garis katulistiwa, sehingga siang dan malam masing-masing berdurasi sekitar 12 jam.

Ramadan

Berita Terkini