Resesi Mengintai Meski Pandemi Belum Usai, Persiapkan Diri dengam Cara Ini

Jumat, 01 Mei 2020 18:00 WITA Reporter : Rul
Resesi Mengintai Meski Pandemi Belum Usai, Persiapkan Diri dengam Cara Ini

MAKASSARMETRO — Virus corona yang menjadi pandemo, banyak membawa dampak di berbagai sektor. Pemberlakuan physical distancing sebagai langkah memutus penyebaran virus ini, berefek lain yakni berimbas kelumpuhan terhadap aktivitas yang dilakukan, termasuk aktifitas ekonomi.

Adanya kejadian ini tentunya sangat berpengaruh terhadap perputaran dan pertumbuhan ekonomi yang semakin hari menjadi lambat. Bila seperti itu, mau tidak mau masyarakat harus menghadapi resesi ekonomi.

Lantas apakah yang dimaksud dengan resesi ekonomi. Menurut Biro Riset Ekonomi Nasional atau NBER, resesi adalah periode jatuhnya kegiatan ekonomi yang berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan atau lebih.

Bila terjadi resesi dampak yang ditimbulkan yaitu, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta tidak memiliki penghasilan.

Isu resesi sendiri sedang jadi perbincangan dari berbagai kalangan. Sementara negara berkembang seperti Indonesia dapat berpotensi terjadi resesi, hal tersebut bisa dilihat jumlah perusahaan yang tutup hampir semuanya karena wabah.

Kendati demikian masyarakat tak perlu khawatir ketika menghadapi resesi asalkan mempersiap diri menghadapi masa resesi, berikut beberapa cara menghadapi resesi yang telah di rangkum Makassarmetro, Jumat (1/05/2020).

  1. Membangun Dana Darurat

Keberadaan dana darurat sangat penting, berapapun jumlah uang yang Anda miliki. Tentu Anda tidak berharap akan kehilangan pekerjaan atau mengalami kondisi darurat lainnya, namun Anda harus tetap mempersiapkannya.

Ketika situasi ekonomi sedang sulit, kemungkinan besar akan terjadi pemotongan jumlah karyawan di kantor. Begitu pula dengan Anda yang menjalankan bisnis sendiri. Anda bisa mengalami kebangkrutan atau kemerosotan pendapatan yang tajam.

2. Tinjau Kembali Investasi

Setiap investasi mengandung resikonya masing-masing. Ketika memutuskan untuk berinvestasi, tentu Anda memilih instrumen yang paling sesuai dengan kondisi keuangan, baik itu dari segi keuntungan maupun resiko.

Dalam persiapan menghadapi resesi keuangan, tinjau kembali seluruh investasi yang Anda lakukan. Bagaimana kondisi investasi Anda ketika resesi terjadi. Jika Anda tidak ingin investasi merugi dan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali stabil, maka Anda harus mulai memikirkan cara investasi yang lain. Apalagi untuk Anda yang sudah dekat dengan masa pensiun, tentu Anda tidak ingin mempertaruhkan semua uang pada investasi yang sangat beresiko.

3. Rencanakan Pelunasan Hutang

Hal ini mungkin terdengar klise dan cukup sulit, namun benar adanya. Terlilit hutang ketika perekonomian sedang memburuk ibarat jatuh tertimpa tangga. Ketika Anda sedang memikirkan cara untuk menghadapi resesi keuangan, masukkan pula rencana untuk melunasi semua hutang.

Ada dua strategi yang bisa diterapkan untuk melunasi hutang secara perlahan. Pertama adalah debt ladder. Dengan cara ini, Anda bisa memprioritaskan hutang berdasarkan suku bunganya. Jangan menabung atau melakukan pembayaran tagihan apapun pada akun yang digunakan untuk membayar hutang ini.

4 Kesampingkan Kebutuhan Jangka Pendek yang Tidak Perlu

Katakanlah Anda memiliki anggaran untuk berbagai kebutuhan yang sifatnya jangka pendek, seperti mengganti mobil dengan yang baru atau membeli rumah baru (yang sebenarnya tidak perlu). Sebaiknya, kesampingkan dulu semua kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak, lalu pindahkan dana yang sudah disiapkan ke dalam rekening Buang anggapan bahwa Anda sedang melakukan investasi dengan membeli properti – semua bisa terjadi di masa resesi.

5. Simak Berita Ekonomi Terbaru

Untuk bisa memahami peristiwa ekonomi yang sedang berlangsung, Anda tidak perlu menjadi seorang ahli. Asalkan Anda terus mengikuti perkembangan yang ada secara rutin, maka Anda akan paham tentang apa yang sedang terjadi di dunia ekonomi.

Ketika menyimak berita ekonomi, mungkin Anda akan mendengar banyak istilah perekonomian yang terasa asing. Cari pengertiannya melalui internet hingga Anda benar-benar memahami.

6. Manfaatkan Semua Peluang

Bagi Anda para pekerja, jangan merasa terlalu nyaman dengan jabatan yang sekarang hanya karena kondisi perusahaan relatif stabil dan jumlah gaji yang fantastis. Persiapkan kemungkinan jika Anda dipecat suatu hari nanti.

Selalu update resume Anda di laman LinkedIn atau situs pencari kerja lainnya. Jangan sungkan untuk meminta rekomendasi dari rekan kerja dan supervisor untuk semakin menguatkan profil Anda. Selain itu, bergabunglah di berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan bidang Anda atau hal lain yang menraik minat. Dengan segudang keterampilan yang dimiliki, Anda akn terbantu menemukan pekerjaan baru.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca