91 Juta Akun Tokopedia Dijual di Deepweb Seharga USD 5000

Minggu, 03 Mei 2020 23:04 WITA Reporter : Rul
91 Juta Akun Tokopedia Dijual di Deepweb Seharga USD 5000

MAKASSARMETRO — Seorang peretas mengunggah postingan di situs deep web yang menerangkan, bahwa dirinya telah menjual 91 akun Tokopedia seharga US$5000. Hal itu di ungkapkan salah satu netizen yang mencoba membuat video untuk menjajal situs dark web tersebut.

Dalam postingan @ronaldips di laman media sosial twiternya bahwa peretas yang menjual akun Tokopedia adalah orang yang sama. Lantaran sebelumnya dia juga pernah mengunggah telah berhasil menjual 14.999.896 atau hampir 15 juta data akun Tokopedia dengan harga hanya 10 euro (sekitar Rp165 ribu).

Informasi yang didapatkan Ronaldips itu, setelah ia bersama seorang rekannya Prince Ray mengaku berhasil mengunduh bocoran data yang menjual 15 juta akun Tokopedia, setelah melakukan transaksi dilansir melalui laman CNN Indonesia, Minggu (03/05/2020).

“Yang Kita beli file yang pertama, soalnya file kedua US$5000,” tuturnya.

Ketika menjajal kembali situs di deep web itu sudah memperbarui datanya dengan angka 91 juta. Padahal bocoran informasi soal pencurian data ini dicuitkan pada Sabtu, 2 Mei kemari. Karena menjadi tranding di twiter, perentas menjual harga mesang harga cukup tinggi yaitu US$5000 dari yang sebelumnya hanya 10 euro.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan data yang di jual di deep web itu dipalsukan. Ronaldi menyebut ada kemungkinan seperti itu. Sebab, ketika ia mencoba mengesktrak file yang dijual, menurutnya tak semua file bisa dibuka. Besar total file bocoran 15 juta akun Tokopedia sebesar 4GB.

Namun, menurutnya tidak semua file tersebut terbuka lantaran macet saat diekstrak akibat yang sangat besar.

“File yang pertama kalau dicek sepertinya enggak sampai 15 juta, karena keluarnya enggak full,” tuturnya.

Munculnya data 91 juta akun Tokopedia telah diretas juga diamini oleh pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya.

Tokopedia Benarkan Upaya Pencurian Data

Tokopedia menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna. Namun mereka memastikan informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi.

“Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan,” ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak melalui keterangan tertulis, Minggu (3/5/2020).

Data pembayaran jual-beli beli di e-commerce ini tetap aman meskipun ada pihak yang berupaya meretas jejaring toko online tersebut.

Tokopedia disebutkan turut menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun. Karena itu mereka kerap mewanti-wanti pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun.

“Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya,” kata Nuraini.

“Kami selalu berupaya menjaga kerahasiaan data pengguna karena bisnis Tokopedia adalah bisnis kepercayaan. Keamanan data pengguna merupakan prioritas utama Tokopedia,” jelasnya.

Namun untuk berjaga-jaga, pihaknya tetap menganjurkan pengguna Tokopedia mengganti kata sandi (password) secara berkala. Selain itu pihaknya meminta pengguna untuk menjaga kerahasiaan kode OTP sebagai sistem keamanan berlapis.

“Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan,” tambahnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca