Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Menurun Saat Pandemi

Selasa, 05 Mei 2020 16:18 WITA Reporter : Makassarmetro
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga  Menurun Saat Pandemi

MAKASSARMETRO — Wabah virus corona memberikan tekanan pada sisi permintaan dalam perekonomian kuartal I 2020. Hal itu terefleksi dari penurunan pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi 2,84 persen dari kuartal sebelumnya yang masih di kisaran 5 persen.

Padahal, konsumsi rumah tangga menopang lebih dari separuh perekonomian domestik. Selain itu, kegiatan ekspor impor juga menurun karena banyak negara yang menutup akses dan membatasi kegiatan ekonominya.

“Penurunan (pertumbuhan ekonomi) di kuartal pertama senada dengan apa yang terjadi di 213 negara di global dan kita masih dalam posisi positif,” ujar Menteri Perekonomian Ailangga Hartanto, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (5/5).

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan digadang-gadang akan disahkan menjadi Undang-undang APBN-P 2020.

Sehingga ia menargetkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,3 persen pada 2020. Patokan itu sesuai rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2020 di tengah pandemi virus corona.

“Pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal pertama seperti diperkirakan akibat pandemi covid-19 masih positif 2,97 persen dan kami proyeksi (pertumbuhan ekonomi) di APBNP 2020 itu sekitar 2,3 persen,” jelaskan.

Pada kuartal II, tekanan itu diperkirakan masih berlanjut. Terlebih, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memotong rantai penyebaran wabah virus corona.

Melihat kondisi itu, pemerintah menggelontorkan sejumlah stimulus fiskal demi meredam dampak corona terhadap perekonomian.

Stimulus fiskal diberikan dengan anggaran penanganan pandemi dengan nilai mencapai Rp405,1 triliun dengan sasaran utama ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Stimulus itu di antaranya berupa bantuan langsung tunai, program kartu prakerja, hingga insentif perpajakan.

Bank Indonesia sebelumnya telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan melambat menjadi 2,3 persen dibandingkan tahun lalu karena wabah corona.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca