Kasus Dugaan Korupsi PDAM, Danny : Walikota Merekomendasikan Bukan Memerintahkan

Rabu, 13 Mei 2020 17:37 WITA Reporter : Ikbal
Kasus Dugaan Korupsi PDAM, Danny : Walikota  Merekomendasikan Bukan Memerintahkan

MAKASSARMETRO – Mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk klarifikasi soal dugaan korupsi PDAM Makassar, Rabu (13/5).

Kedatangan Danny Pomanto didampingi kuasa hukumnya langsung masuk ke Ruang Jaksa Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar

“Saya mengklarifikasi masalah-masalah tentang isu laporan PDAM. Posisi kita sebagai Wali Kota Makassar. Jika kasus ini ada pidananya, BPK pasti langsung melaporkan. Aneh juga, penemuan BPK dilaporkan sama orang lain. Padahal misalnya ada hal-hal administratif. Biar kita serahkan saja, bagus ini biar semua diungkapkan,”jelas Danny.

Menurut dia, tugas Wali Kota di perusahaan milik daerah seperti PDAM Makassar yakni merekomendasikan bukan memerintahkan.

“Kalau ada bilang bertanggung jawab, saya akan tuntut mereka. Karena semua sudah dilaksanakan oleh Wakil Walikota sebagi ketua tindaklanjut dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),”tegasnya.

Dalam pemanggilan itu, Danny Pomanto ditanya mengklarifikasi pada beberapa struktur, bagaimana prosedur dan posisi Wali Kota Makassar seperti apa tugasnya.

“Semua ada di BPK dan sudah lengkap. Saya kira masyarakat Makassar sudah mengetahui, kalau memasuki Pilkada Makassar, saya paling pertama difitnah. Tapi saya bersyukur dapat pahala kesabaran dari Allah SWT. Sebab masyarakat sudah cerdas, kalau ada berkaitan politik, bersaing sehatlah,” tuturnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca