LAPAN Sebut Matahari Memasuki Fase Penurunan Aktivitas

Selasa, 19 Mei 2020 13:20 WITA Reporter : Rul
LAPAN Sebut Matahari Memasuki Fase Penurunan Aktivitas

MAKASSARMETRO — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan bahwa Matahari masuk pada fase penurunan aktivitas (solar minimum) atau lebih dikenal degan sebuttan Matahari Lockdown.

Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto mengatakan, dari hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan aktivitas permukaan matahari yang drastis.

“Kata lockdown dipilih untuk menekankan potensi resesi akibat aktivitas Matahari yang teramat rendah. Hal ini pernah terjadi sekitar 1790-1830, dikenal sebagai periode minimum Dalton. Aktivitas Matahari yang rendah memicu penurunan suhu global dan berimbas pada produksi pangan,” ujar Rhorom, dilansir melalui laman CNN Indonesia, Selasa (19/5/2020).

Melanjutkan, hal itu ditandai dengan bintik matahari yang menghilang. Ilmuwan mencatat Matahari tidak beraktivitas atau mengalami hari tanpa bintik sebanyak 76 persen hingga saat ini.

Tahun lalu, Matahari tercatat tidak beraktivitas sebanyak 77 persen dalam satu tahun, artinya 281 hari tanpa adanya bintik Matahari.

Kendati demikian Rhorom menyebutkan, dunia modern saat ini telah siap menghadapi solar minimum. Belum lagi mengingat masalah pemanasan global yang tetap menjaga suhu Bumi meski terjadi penurunan aktivitas Matahari.

Dia menjelaskan, dibandingkan aktivitas Matahari saat ini tidak terbilang ekstrim di bandingkan tahun 1790-1830. Kala itu suhu global memang sempat menurun pada saat periode minimum Dalton (tahun 1800) dan periode minimum Maunder (tahun 1700). Dan mengalami pendinginan global, gagal panen, hingga krisis pangan.

“Aktivitas Matahari yang rendah saat ini belum terbilang ekstrem. Era modern lebih siap menghadapi aktivitas matahari yang teramat minimum. Atau setidaknya, global warming memberi kita ‘surplus temperatur’ sekitar 1 derajat,” kata Rhorom.

Rhorom juga membantah isu yang berkembang bila Matahari lokcdown menyebabkan bencana alam yang terjadi sekarang ini. Menurutnya penurunan aktivitas matahari tidak ada hubungannya terhadap bencana alam.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca