MAKASSARMETRO – dr. Tirta Mandira Hudhi angkat bicara soal penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 dan penolakan Rapid test di 11 Kecamatan di Makassar.

“Jujur saja teman-teman, kemarin ada penjemputan jenazah ada tragedi menolak rapid test, ada tragedi mendukung si A dan si B,” beber Tirta Mandira saat menjadi narasumber deklarasi gerakan milenial Makassar melawan Covid-19, di Makassar, Senin malam, 15 Juni 2020.

Menurut Tirta, penjemputan dan penolakan rapid test ini sebenarnya bisa ditepis oleh anak-anak muda, atau kaum milenial lewat media sosial yang memiliki follower banyak.
“Intinya cuma satu, kita anak muda yang mempunyai banyak followers tidak usah takut atas hujatan karena memperjuangkan kebenaran. Kenapa? Karena hidup itu terlalu singkat, semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Semua yang menghujat akan diadili nanti karena mengadu domba,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, M. Arief Rosyid Hasan, mengaku, kehadiran dirinya di Makassar merupakan permintaan dari Ketua Gugus Tugas Pusat.
“Karena banyaknya informasi dan berita negatif tentang penanganan Covid-19 di Makassar,” tutupnya.
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran.
Selasa, 13 Oktober 2026 10:09