Warga Sulsel Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 21 Juni Nanti

Kamis, 18 Juni 2020 16:09 WITA Reporter : Rul
Warga Sulsel Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 21 Juni Nanti

MAKASSARMETRO — Fenomena gerhana matahari cicin akan berlangsung pada tanggal 21 Juni nanti. Untuk masyarakat Sulawesi Selatan bisa menyaksikan fenomena alam tersebut, yang puncak gerhana akan terjadi pukul 16.30 Wita.

Mengutip dari laman Kompas, Peneliti dari Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Emmanuel Sungging mejelaskan, di Indonesia waktu mulai gerhana paling awal yaitu di Sabang, Aceh, yang terjadi pukul 13.16 WIB.

Sementara, kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir yakni Kepanjen, Jawa Timur, pada pukul 15.19 WIB.

Waktu puncak gerhana juga akan berbeda untuk setiap wilayahnya.

Di Indonesia, daerah yang akan mengalami waktu saat puncak gerhana paling awal adalah Kota Sabang, Aceh yang terjadi pukul 14.34 WIB.

Adapun kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir yaitu Agats, Papua, pada pukul 17.37 WIT.

Kontak akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu yang terjadi pukul 15.06 WIB dan waktu kontak akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 17.31 WITA.

Dengan membandingkan selisih waktu antara kontak akhir dan waktu kontak awal di setiap kota, diketahui bahwa durasi gerhana paling sebentar akan terjadi di Kepanjen, Jawa Timur selama 3 menit 17,1 detik.

“Kalau melihat peta (terjadinya GMC), wilayah Indonesia hanya sekitar 20 persen parsial,” jelas Sungging.

Ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris, pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada Matahari.

Sehingga, saat puncak gerhana, Matahari akan tampak seperti cincin, gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya.

Melansir informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC 21 Juni 2020 antara lain Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, China, dan Samudera Pasifik.

Selain itu, teramati sedikit di Afrika bagian utara dan timur, Samudera Hindia, Asia (termasuk Indonesia), sebagian negara Eropa, Australia bagian utara, dan Samudera Pasidik berupa Gerhana Matahari sebagian. Dia akhir ia menambahkan waktu kejadian gerhana di setiap lokasi akan berbeda-beda.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca