Siapkan Skema Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca, Tahun 2030 Indonesia Target 29 Persen

Senin, 06 Juli 2020 22:56 WITAReporter : Makassarmetro
Siapkan Skema Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca, Tahun 2030 Indonesia Target 29 Persen

MAKASSARMETRO – Pemerintah Indonesia akan segera menentukan skema pendanaan untuk merealisasikan penurunan emisi gas rumah kaca. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam video conference, Senin (6/7/2020).

Menurutnya tahapan penurunan emisi gas rumah kaca perlu segera diselesaikan.

“Emisi harus segera diselesaikan, urusan instrumen pendanaan termasuk inisiatif untuk pemangku kepentingan juga harus dilihat,” terang Jokowi.

Terlebih Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 persen pada 2020, dan juga sudah menjadi kesepakatan antara Indonesia dengan Norwegia sejak 2010 lalu.

Jokowi menyatakan Indonesia akan terus menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 10 tahun mendatang. Targetnya, emisi gas rumah kaca bisa turun hingga 29 persen pada 2030.

“Laporan yang saya terima pembicaraan antara Indonesia dan Norwegia untuk menurunkan gas rumah kaca prosesnya sudah cukup panjang, sudah sejak 2010 dan Indonesia terus berkomitmen untuk menurunkan gas rumah kaca,” ungkapnya.

Selain masalah emisi rumah kaca yang menjadi perhatiannya adalah emisi karbon di sejumlah sektor, dia menyebutkan harus menurunkan emisi karbon tersebut

Jokowi memaparkan rinciannya, emisi karbon di sektor kehutanan ditargetkan turun 17,2 persen, sektor energi 11 persen, sektor limbah 0,32 persen, sektor pertanian 0,13 persen, serta sektor industri dan transportasi 0,11 persen.

“Di sini harus terus konsisten menjalankan program lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, kemudian juga perlindungan gambut dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan harus terus dilanjutkan,” jelas Jokowi.

Kemudian, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk tetap mengimplementasikan target program mandatori biodiesel 50 persen atau B50 dan 100 persen atau B100. Lalu, pemerintah juga akan mengembangkan energi surya dan energi angin.

“Indonesia sudah memulai ini, jadi agar ini terus dilanjutkan,” kata Jokowi.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca