Pilkada di Zona Merah Tak Bisa Ditunda, Mendagri Minta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Rabu, 08 Juli 2020 21:24 WITA Reporter : Makassarmetro
Pilkada di Zona Merah Tak Bisa Ditunda, Mendagri Minta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

MAKASSARMETRO – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan penyelenggaraan Pilkada 2020 di zona merah harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Karena Pilkada serentak yang berada di suatu wilayah tersebut tetap dilaksanakan dan tak bisa ditunda.

Menurutnya, para penyelenggara pemilu wajib memakai pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, hand sanitizer, hingga face shield wajib.

“Potensi kerumunan itu diantaranya adalah nanti pemutakhiran data pemilih pada 15 Juli sampai dengan Agustus. Itu door to door. Lalu kerawanan lainnya adalah pada saat nanti pendaftaran pasangan calon dan pengundian,” ujar Tito, Rabu (08/07) di Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut, Tito mengakui Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki angka tertinggi kasus positif Covid-19. Angka kasus positif corona di Sulawesi Selatan per Rabu (8/7) mencapai 6.358 orang.

Tito menyampaikan upaya kepala daerah setempat yang masif menggelar tes terkait virus corona menjadi sesuatu yang positif.

“Tes swab dan kemudian juga rapid test itu tentu saja bisa saja ya membuat angka positif menjadi naik, tapi naiknya angka positif ini bisa menjadi baik, sisi baiknya kita bisa mengetahui siapa yang positif, siapa yang negatif dan kita bisa action,” katanya.

Mantan Kapolri itu menyebutkan bila Indonesia bisa melihat Korea Selatan yang berhasil menggelar Pemilu ditengah wabah covid-19.

“Jika berkaca kepada pengalaman Korea Selatan yang sukses menggelar pemilihan di tengah pandemi, Indonesia harusnya bisa,” tutupnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca