Pemerintah Arab Saudi Tutup Masjidil Haram ntuk Pelaksanaan Salat Idul Adha

Kamis, 23 Juli 2020 22:30 WITA Reporter : Makassarmetro
Pemerintah Arab Saudi Tutup Masjidil Haram ntuk Pelaksanaan Salat Idul Adha

MAKASSARMETRO — Pemerintah Arab Saudi menutup Masjidil Haram untuk pelaksanaan salat Idul Adha. Hal itu disampaikan oleh Pejabat keamanan Arab Saudi, Mayjen Muhammad al-Ahmadi.

Menurutnya ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19, Masjidil Haram akan ditutup pada hari Arafah, Kamis (30/7/2020), dan Idul Adha pada Jumat (31/7/2020).

“Keputusan untuk menunda shalat di Masjidil Haram, termasuk di area terbuka akan berlanjut. Kami mengimbau penduduk Mekkah untuk berbuka puasa pada hari Arafah di rumah masing-masing,” kata Mayjen Muhammad al-Ahmadi, dikutip dari Arab News, Rabu (22/7/2020).

Lanjutnya, pasukan keamanan bertanggung jawab atas keamanan jemaah di Masjidil Haram, Mekkah, menekankan, melindungi jemaah haji adalah prioritas mereka.

“Kami terutama berfokus pada aspek kesehatan tahun ini karena situasi pandemi virus corona. Tahap-tahap yang tersisa akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya.

Selain itu, pengaturan telah dilakukan untuk mengontrol keluar masuknya jemaah haji di Masjidil Haram. Salah satunya, memastikan para jemaah mematuhi jarak aman atau physical distancing.

Pihak keamanan juga telah membuat jalur pembatas di sekeliling Kabah serta antara bukit Safa dan Marwah.

Dia juga mengatakan, pintu masuk ke area Masjidil Haram hanya akan diizinkan bagi jemaah yang memiliki izin resmi.

Pusat komando dan kontrol yang terletak di Mina dan Muzdalifah juga akan beroperasi secara penuh.

Sementara itu, pintu masuk ke Kota Mekkah akan dijaga ketat oleh pasukan keamanan sekana 24 jam untuk mencegah masuknya jemaah ilegal.

Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdurrahman al-Sudais menambahkan, khotbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, termasuk China dan Rusia.

Dia menambahkan, rencana operasional yang diadopsi untuk haji berfokus pada tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan para jemaah haji.

“Arab Saudi telah berpengalaman dalam menangani haji dan manajemen krisis selama 80 tahun,” tegas dia.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca