
MAKASSARMETRO — Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), Rhorom Priyatikanto menyebutkan, Asteroid raksasa 2020 ND melintasi langit Indonesia hari ini. Untuk waktu awal kemunculan Asteroid 2020 ND dimulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga tenggelam pukul 06.00 WIB.

Rhorom menuturkan Asteroid 2020 ND berada di sebelah selatan rasi Sagitarius dan tampak redup. Sehingga, dia berkata untuk mengidentifikasi asteroid bukan perkara mudah karena redup dan penampakannya tidak berbeda dengan bintang.
“Asteroid itu terus bergerak sehingga posisi bulan depan akan berbeda,” ujarnya mengutip dari laman CNN, Jumat (24/07)
Seperti asteroid lain, Rhorom menjelaskan 2020 ND bisa tampak sepanjang waktu selama tidak terlalu dekat dengan matahari.
“Setelah 24 Juli, Asteroid 2020 ND semakin jauh dari Bumi dan akan tampak semakin redup. Butuh teleskop lebih besar untuk dapat mengamatinya,” ujar Rhorom.
Sebelumnya, Badan Antariksa Amerika (NASA) mengatakan asteroid raksasa berdiameter 160 meter akan melewati Bumi pada 24 Juli mendatang dan berpotensi berbahaya.
Asteroid itu dinamai Asteroid 2020 ND dan diklasifikasikan sebagai Objek Dekat Bumi (Near-Earth Object/NEO) serta Potensi Berbahaya Asteroid (Potentially Hazardous Asteroid/PHA).
Menurut laman resmi NEO NASA, asteroid tersebut akan berada di titik dekat Bumi dengan jarak 5.086.328 kilometer dan sedang melakukan perjalanan di kecepatan 48.000 kilometer per jam.
Menanggapi itu, LAPAN menyatakan Asteroid raksasa 2020 ND berdiameter 160 meter akan memberi dampak serius jika menabrak Bumi. Meski berbahaya, namun asteroid tersebut hanya akan melintas, belum tentu menabrak atau menghantam bumi.
Rhoro menuturkan dampak tabrakan asteroid itu setara dengan erupsi Gunung Krakatau tahun 1883 yang lalu. Dampak dari tabrakan asteroid itu, kata dia bisa bersifat lokal hingga regional, tapi tidak sampai bersifat global.
Bila jatuh di laut, Rhorom menyampaikan asteroid sebesar itu bisa menimbulkan tsunami. Sedangkan di darat, lanjut dia bisa menghamburkan batu, tanah, dan debu ke atmosfer.
“Kalau asteroid berukuran 160 meter menabrak Bumi, energi tabrakannya diperkirakan setara dengan 100 megaton TNT,” ujar Rhorom.
Kendati asteroid 2020 ND berukuran raksasa dan melintasi langit Indonesia, akan tetapi mengamati asteroid ini tidak bisa menggunakan mata telanjang dan membutuhkan alat bantu teleskop.
“Untuk mengamatinya, diperlukan teleskop berdiameter 20 sentimeter atau lebih besar,” ujar Rhorom
Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia Makassar, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026 15:19
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Wali Kota Appi Tak Mau PSEL Dipaksakan
Selasa, 20 Oktober 2026 21:57
Bangun Makassar Lebih Inklusif, Appi Kenalkan Tujuh Program Prioritas kepada Praja Muda IPDN
Selasa, 20 Oktober 2026 16:36
Digitalisasi PBG Berbuah Capaian, Retribusi Makassar Tembus Rp21,38 Miliar
Senin, 19 Oktober 2026 15:25
Kabut Asap Selimuti Makassar, Appi Pastikan RS dan Puskesmas Siaga Hadapi Ancaman ISPA
Jumat, 16 Oktober 2026 19:27
Husniah Talenrang Dipecat sebagai Bupati Gowa
Kamis, 15 Oktober 2026 11:44
Tampil di Forum Dunia, Appi Gaungkan Pendidikan Disiplin Lalu Lintas Sejak Sekolah
Selasa, 13 Oktober 2026 10:12
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran.
Selasa, 13 Oktober 2026 10:09