Enam Tradisi Peringati Tahun Baru Hijriyah di Berbagai Daerah

Kamis, 20 Agustus 2020 16:10 WITA Reporter : Makassarmetro
Enam Tradisi Peringati Tahun Baru Hijriyah di Berbagai Daerah

MAKASSARMETRO — Peringatan tahun baru hijriyah jatuh pada Kamis 20 Agustus ini, umat islam diseluruh indonesia menyambut peringatan tersebut dengan penuh suka cita.

Tahun baru yang dikenal dengan tahun baru Islam itu sebenarnya tidak diperintahkan buat dirayain secara besar-besaran. Kendati demikian, berbagai daerah memiliki tradisi unik dalam memperingati tahun baru hijriayah.

Berikut tradisi unik dari berbagai daerah, yang telah dirangkum makassarmetro, Rabu (19/08) diantaranya ialah.

  1. Ritual 1 Suro di Jawa

Bagi masyarakat Jawa, terutama Keraton Yogyakarta) tanggal 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 1 Suro (hari pertama di kalender Jawa).

Selain melakukan pengajian di masjid, ada juga warga yang menggelar mandi kembang, ziarah ke makam leluhur, dan kirab.

Karena merayakan dua tahun baru sekaligus, warga biasanya bikin acara dari pagi sampai besok paginya lagi.

2. Ngadulag di Sukabumi, Jawa Barat

Warga Sukabumi punya cara beda merayakan tahun baru Islam.

Di bawah kordinasi Majlis Ulama Indonesia Sukabumi, warga menggelar lomba menabuh bedug, atau biasa disebut ngadulag.

MUI Sukabumi juga membuat lomba marawis.

3. Pawai Obor

Hampir di setiap warga di penjuru daerah Indonesia menyambut tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor sambil berkeliling kampung.

Biasanya, kegiatan seperti ini diprakarsai pondok pesantren atau remaja masjid yang ada di desa maupun kelurahan.

4. Makan besar di Pangkalpinang

Warga Pangkalpinang di Kepulauan Bangka setiap tahunnya merayakan tahun baru islam dengan makan bersama atau dikenal makan besar.

Biasanya, kegiatan itu digelar di masjid agung yang diprakarsai pemerintah setempat.

5.Bulan Asan-Usen di Aceh

Warga Aceh punya sebutan tersendiri buat bulan Muharram. Mereka bilangnya itu Bulan Asan-Usen. Namanya terinspirasi dari cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husain.

Warga Aceh meyakini bulan ini merupakan bulannya merenung karena Husain terbunuh di Karbala.

Ada pula sejumlah peristiwa penting seperti lepasnya Nabi Ibrahim dari Raja Namrud, Musa lepas dari Fir’aun, Nabi Ya’kub sembuh dari buta, dan Nabi Isa diangkat ke surga.

Semua kejadian itu dipercayai warga terjadi pada 10 hari pertama Muharram.

Maka untuk memperingatinya, mereka berpuasa di tanggal 10 Muharram dan berbuka dengan memberikan anak yatim bubur di saat buka puasa.

6. Ibu-ibu di Makassar belanja perabot

Tepat pada 1 Muharram, para ibu di Makassar pada membanjiri toko perabot rumah dan belanja.

Uniknya, mereka membeli satu jenis dengan jumlah yang banyak.

Bisa dibayangin setelah 1 Muharram, warga jadi punya banyak centong, baskom, gayung, piring, ember, atau perkakas lainnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca