Masuk Tahun Baru Hijriyah, Ibu-Ibu Borong Prabotan Rumah Tangga Harap Kelancaran Rezki

Kamis, 20 Agustus 2020 17:46 WITA Reporter : Makassarmetro
Masuk Tahun Baru Hijriyah, Ibu-Ibu Borong Prabotan Rumah Tangga Harap Kelancaran Rezki ilustrasi

MAKASSARMETRO – Setiap memasuki tahun baru hijriyah ibu rumah tangga di Sulawesi Selatan mendatangi toko perabotan untuk berbelanja. Bagi masyarakat, membeli perabotan saat tahun baru islam merupakan sebuah tradisi.

Masyarakat mempercayai bila memborong peralatan rumah tangga berupa perabotan dapur seperti panci, piring, gelas dan juga gayung, bermakna kelancaran rezki di awal tahun baru hijriyah atau lebih disebut dengan tahun baru islam.

Singrawati Umar salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Perumnas Antang ini menjelaskan, membeli perabotan baru ketika awal tahun adalah sebuah kewajiban.

“Kita biasanya mendatangi toko-toko perabotan seperti Rumah Kita, Alaska, atau kepasar hanya untuk membeli piring, gelas, panci dan juga ember itu sudah menjadi kepercayaan tersendiri,” ujarnya, Kamis (20/08).

Ibu sembilan anak tersebut mengungkapkan tradisi membeli perabotan baru ketika di bulan muharram sudah turun temurun yang telah mengakar pada ibu rumah tangga suku bugis. Namun demikian, Singrawati tidak tahu persis sejak kapan tradisi memborong perabotan dimulai.

Lebih lanjut, dirinya biasa memborong perabotan rumah tangga saat tahun baru hijriyah ke pasar Terong. Ia mengaku, prabotan yang di jual di tempat tersebut lebih murah dan bisa dapat banyak.

“Biasanya berkisar dari Rp 3000 ribu rupiah dan yang paling mahal Rp 50.000 ribu rupiah selain itu juga bisa dapat banyak dan semakin banyak berbelanja prabotan saat muharam semakin baik,” terangnya.

Sementara itu, Dg Ngai seorang pedagang perabotan menyebutkan, keuntungannya sedikit bertambah ketika peringatan tahun baru hijriyah. Hal itu lantara adanya tradisi membeli prabotan rumah tangga yang dilakukan ibu-ibu waktu muharam datang.

“Biasa keuntungan bertambah sedikit karena ibu-ibu biasa ngeborong kaya piring, gelas, panci, gayung dan sapu. Entah kepercayaan tersebut benar atau tidak, namun sedikit bersyukur karena bisa mendapat keuntungan saat bulan muharam,” tutur Dg Ngai.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca