ASP Desak Boskalis Hentikan Pengambilan Pasir di Wilayah Tangkap Nelayan

Selasa, 08 September 2020 10:08 WITA Reporter : Makassarmetro
ASP Desak Boskalis Hentikan Pengambilan Pasir di Wilayah Tangkap Nelayan

MAKASSARMETRO – Aliansi Selamatkan Pesisir kembali mendesak PT Royal Boskalis untuk segera menghentikan aktivitas tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan. Hal ini disampaikan Kordinator ASP, Ahmad, Senin (7/9/2020).

Menurut Ahmad, berdasarkan informasi pemberitahuan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, aktivitas pengerukan pasir Boskalis hanya sampai akhir Agustus 2020. Dengan demikian, aktivitas tambang pasir laut dan reklamasi yang dilakukan PT Boskalis tidak dapat dilanjutkan.

“Sekarang sudah bulan September. Sementara kegiatan tambang pasir laut mesti berhenti pada bulan Agustus. Dengan demikian kegiatan tambang pasir laut harus segera dihentikan”, jelas Ahmad.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa saat ini kehidupan masyarakat terutama nelayan di Pulau Kodingareng sangat memprihatinkan. Tidak hanya nelayan, dampak tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan sudah berdampak bagi psikologis anak-anak di pulau tersebut.

“Kami selalu mendapat laporan dari warga bahwa setelah penambangan kembali berlanjut, kehidupan keluarga nelayan semakin merosot. Utang nelayan saat ini ada yang sudah mencapai 12 juta rupiah”, terangnya lagi

“Saat ini dampak tambang juga sudah mempengaruhi psikologis anak-anak di Pulau Kodingareng. Mental anak-anak di pulau juga ikut terganggu karena sering melihat orang tua mereka menangis ketika melihat kapan Boskalis melintasi pulau untuk menambang” tambah Ahmad.

Maka kami minta Komisi Perlindungan Anak untuk segera mengunjungi Pulau Kodingareng untuk memantau kondisi anak-anak di Pulau. Selain itu kami juga dengan tegas mendesak Gubernur Sulsel untuk segera mencabut izin tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca