Zona Oranye, Pemkot Makassar Enggan Gegabah Buka Sekolah

Jumat, 06 November 2020 14:11 WITA Reporter : Makassarmetro
Zona Oranye, Pemkot Makassar Enggan Gegabah Buka Sekolah Pj. Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

MAKASSARMETRO – Saat ini Kota Makassar sudah berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. Biar begitu, Pemerintah Kota Makassar enggan gegabah memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

Pj. Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, menyampaikam bahwa ada banyak risiko apabila sekolah dibuka di masa pandemi. “Tidak boleh kita terburu-buru melonggarkan semua kegiatan yang pada akhirnya bisa merusak upaya-upaya kita mengendalikan Covid-19,” ucap Rudy, Kamis (5/11/2020).

Rudy mengaku, salah satu kesulitan yang dihadapi saat belajar tatap muka di sekolah adalah mengendalikan para siswa. Terlebih anak-anak di usia SD dan SMP yang suka bermain.

Rudy lalu mengatakan bahwa hal berbeda dengan bioskop. Yang mana Pemkot Makassar berencana membuka bioskop dengan alasan ekonomi harus tetap didorong sambil tetap menangani Covid-19.

“Tentu pelaksanaan bioskop ini pasti tidak seperti pelaksanaan bioskop yang sebelumnya. Pasti ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi untuk memastikan biokop jalan, tetapi juga pengendalian Covid-19 jalan,” bebernya.

Saat awal masa pandemi, Kota Makassar tidak hanya berstatus zona merah, tetapi bahkan jadi episentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel. Belakangan status zona merah itu dicabut dan berganti menjadi zona oranye atau risiko sedang.

Keluarnya Kota Makassar dari zona merah menjadi oranye ini merupakan efek dari kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca