Fenomena Hujan Es di Sulsel, Ini Komentar BMKG

Selasa, 10 November 2020 12:49 WITA Reporter : Makassarmetro
Fenomena Hujan Es di Sulsel, Ini Komentar BMKG Foto: Istimewa.

MAKASSARMETRO – Fenomena hujan es yang terjadi di sekitar Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan karena adanya pertumbuhan awan cumulonimbus (cb) di wilayah pesisir laut.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami, mengatakan hujan es ini merupakan fenomena yang umum terjadi. Buliran-buliran es dapat muncul karena adanya pertumbuhan awan cumulonimbus (cb) di wilayah pesisir laut yang dapat memicu hujan.

Awan cumulonimbus ini bisa menghasilkan hujan intensitas sedang/lebat disertai angin kencang. “Hujan es hanya bisa terjadi dari awan cumulonimbus,” kata Nur Asia, Senin (9/11/2020).

Hujan seperti ini tidak dapat terjadi setiap saat. Akan tetapi, itu bisa saja terjadi sewaktu-waktu saat ada pemicu dari pertumbuhan awan cumulonimbus dengan butiran esnya tidak berdiameter besar.

Nur Asia menjelaskan, fenomena hujan es biasanya terjadi pada musim transisi ketika awan cumulonimbus yang terbentuk cukup tinggi. Awan pun akan melepaskan bebannya.

Menurut pengakuan warga Mandai yang tidak jauh dari bandara lama, hujan yang hanya sekitar 15 menit. Hujan terasa deras terdengar dari atap seng rumahnya.

“Saat keluar ingin mengambil jemuran di halaman, ternyata hujannya disertai butiran-butiran kristal es yang mirip kelereng kecil,” katanya. (*)

Sumber: Republika

Topik berita Terkait:
  1. BMKG Makassar
  2. Hujan Es
Berikan Komentar
Komentar Pembaca