Tiongkok Kepincut Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Sulsel
MAKASSARMETRO – Perusahaan asal Tiongkok, China National Technical Import and Export Corporation (CNTIC), tertarik berinvestasi pembangkit listrik tenaga sampah di Sulsel.
Hal itu seperti disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, dikutip dari Antara, Rabu (2/12/2020). Nurdin mengatakan, kota dengan produksi sampah besar membutuhkan teknologi insinerasi dalam pengolahannya, termasuk Kota Makassar yang membutuhkan incenerator.
Teknologi pembakaran sampah ini dapat menghasilkan panas sebagai energi pembangkit listrik. “Incenerator itu menjadi kebutuhan, kalau ini ada maka sampah-sampah yang ada cepat terurai,” kata Nurdin
Direktur Utama Perseroan Daerah (Perseroda) Sulsel, Taufik Fachrudin, mengungkapkan BUMN Tiongkok ini berencana berinvestasi pada pengolahan PLTSa di Kota Makassar dan sekitarnya dengan investasi asing 100 persen.
“Ini investasi penuh mereka 100 persen. Perseroda tadi memfasilitas bertemu Pak Gubernur dan Pak Wali Kota, karena ini memang domainnya ada di Makassar. Insyaallah secepatnya. Karena ini masuk dalam program strategis nasional,” beber Taufik.
Sementara, Anggota Tim Teknis Pengelolaan Sampah Untuk Energi Listrik (PSEL) Kota Makassar Sahar, mengatakan CNTIC sudah menyampaikan keinginannya mengolah sampah menjadi energi listrik.
“Mereka sudah bersurat pernyataan minat untuk investasi. Pemerintah kota juga menjawab silakan dengan syarat mereka harus melakukan berapa hal,” ucapnya. (*)