Berikan Keamanan dan Kenyamanan Tamu, Pj Wali Kota Makassar Puji Swiss-Belinn Panakkukang
MAKASSARMETRO – Penyebaran Covid-19 yang masih bergerak mengharuskan semua pihak tetap siaga dan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dini.
Di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar sendiri meski sudah dinyatakan berada di zona oranye, tetapi pemerintah tak henti-hentinya menyuarakkan standardisasi kesehatan.
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, usai menghadiri salah satu undangan kerabatnya di Swiss-Belinn Panakkukang, mengucapkan terima kasihnya pada pihak pengusaha utamanya perhotelan yang berjuang bersama pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.
“Terima kasih pada semua pelaku usaha atas partisipasinya membantu pemerintah menjadikan Kota Makassar bersih dari Covid. Saat ini kita masih berjuang bersama. Dan tadi di Swiss-Belinn Panakkukang protokol kesehatannya bagus sekali. Saya kira ini bisa menjadi percontohan untuk hotel lainnya,” ungkap Rudy, Sabtu (5/12/2020).
Rudy hadir memenuhi undangan kerabatnya dan juga melalui beberapa standardisasi yang diterapkan di hotel tersebut.
“Jadi tadi itu seperti biasa tetap ada wastafel portable sebelum masuk hotel. Kalau di Swiss-Belinn Panakkukang sudah pakai pedal jadi tidak perlu khawatir lagi ada campur tangan saat cuci tangan. Ada cek suhu tubuh juga. Tapi yang beda di sana saat di pelaminan. Tamu pakai salam namaste biar tidak ada kontak langsung,” tuturnya.
Saat ini seperti yang diketahui, perhotelan sudah mulai bisa mengadakan resepsi juga pertemuan. Hanya, semua harus tetap menggunakan protokol kesehatan.
Mimi Suratmi, selaku Marcom Swiss-Belinn Panakkukang, mengatakan pihaknya hingga saat ini masih komitmen menjalankan imbauan pemerintah.
“Di Swiss-Belinn Panakkukang ini sejak dibolehkan buka kembali, manajemen
sudah menerapkan sistem protokol seperti menyiapkan wastafel portable pedal saat akan masuk ke lobi hotel. Pengecekan suhu tubuh dan barang bawaan tamu harus masuk dulu dalam box UVC untuk disterilkan. Setelah itu tamu harus melalui gate misting disinfectant untuk kembali memastikan bahwa tamu dalam kondisi sehat,” kata Mimi.
Mimi menjelaskan, khusus untuk tamu yang ingin menghadiri resepsi pernikahan, juga telah disiapkan pelindung diri.
“Nah, yang ingin ke resepsi pernikahan, manajemen hotel menyiapkan hand sanitizer dan juga beberapa wastafel portable yang mudah dijangkau meski jarak toilet cukup dekat. Untuk ke pelaminannya sendiri diaturkan jaraknya antara tamu dan pengantin. Sistemnya itu salam namaste biar tidak saling bersentuhan. Lalu turun menuju labirin untuk pengambilan meal box agar tidak berdesakan,” beber Mimi.
Resepsi pernikahan di hotel kini diperbolehkan dengan catatan tamu harus seperdua dari kapasitas normal ruangan. Selain itu, sajian makanan menggunakan boks atau paket untuk menghindari adanya klaster baru. (*)