Vaksin Saja Tak Cukup, Warga Wajib Patuhi 3M
16 Des 2020 15:58
Author: dian
mempersiapkan vaksinasi Covid-19. Hanya saja,
tidak cukup vaksin untuk memutus mata rantai virus
korona. Masyarakat juga wajib patuh menerapkan
3M.
Dokter Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD,
Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan
bahwa masyarakat sudah tidak sabar menunggu
tahapan selanjutnya dari program
vaksinasi ini. “Badan POM masih melakukan kajian
dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin
dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah
untuk memastikan,vaksin yang kita gunakan betul-
betul aman dan efektif,” terangnya, Selasa
(15/12/2020).
Dalam acara Dialog Produktif bertema
Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Nasional (KPCPEN) tersebut, dr Dirga menyebut
bahwa proses vaksinasi dinilai sebagai upaya
pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar
jika virus Covid-19 akan hilang dengan sendirinya.
Ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh
dunia, termasuk di Indonesia,” ujar dr Dirga.
Terkait dengan program vaksinasi yang
sedang difinalisasi pemerintah, dr. Dirga
memberikan tanggapan. “Indonesia memprioritaskan
tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya
langsung merawat pasien Covid-19. Vaksin akan
diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun,”
terangnya.
Penyintas Covid-19, Cherryl Hatumesen,
membenarkan keterangan dr. Dirga. “Covid-19 ini
benar-benar ada. Jadi, sambil menunggu vaksin
nanti, protokol 3M (memakai masker, mencuci
tangan, dan menjaga jarak),” bebernya.
Cherryl mengajak masyarakat untuk tetap
menjalankan protokolKesehatan 3M. “Sebelum ini
kita selalu meremehkan masalah kesehatan, karena
menganggap diri kuat. Saya mengikuti dokter yang
menyarankan mengurangi karbohidrat dan
memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas
tubuh,” ungkapnya.
Selain itu, Dirga mengaku selalu memakai
masker. Bahkan hand sanitizer juga tidak pernah dia
lepas. “Karena menjalankan protokol 3M, teman-
teman di kantor tidak ada yang tertular
dari saya,” jelas Cherryl. (din)