dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit bersama Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19, dalam dialog produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020. Tema ini diangkat karena hingga saat ini masih ada sebagian kecil masyarakat yang ragu akan keamanan Vaksin, tidak memiliki informasi yang tepat mengenai vaksin dan masih percaya mitos soal vaksin maupun vaksinasi. DOK KPCPEN MAKASSARMETRO – Indonesia saat ini sedang mempersiapkan vaksinasi Covid-19. Hanya saja, tidak cukup vaksin untuk memutus mata rantai virus korona. Masyarakat juga wajib patuh menerapkan 3M.

Dokter Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan bahwa masyarakat sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini. “Badan POM masih melakukan kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan,vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” terangnya, Selasa (15/12/2020).

Dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut, dr Dirga menyebut bahwa proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar jika virus Covid-19 akan hilang dengan sendirinya. Ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” ujar dr Dirga.
Terkait dengan program vaksinasi yang sedang difinalisasi pemerintah, dr. Dirga memberikan tanggapan. “Indonesia memprioritaskan tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya langsung merawat pasien Covid-19. Vaksin akan diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun,” terangnya.
Penyintas Covid-19, Cherryl Hatumesen, membenarkan keterangan dr. Dirga. “Covid-19 ini benar-benar ada. Jadi, sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” bebernya.
Cherryl mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokolKesehatan 3M. “Sebelum ini kita selalu meremehkan masalah kesehatan, karena
menganggap diri kuat. Saya mengikuti dokter yang menyarankan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.
Selain itu, Dirga mengaku selalu memakai masker. Bahkan hand sanitizer juga tidak pernah dia lepas. “Karena menjalankan protokol 3M, teman-teman di kantor tidak ada yang tertular dari saya,” jelas Cherryl. (din)
Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan Makassar, Kapal Menyusul
Senin, 20 April 2026 10:02
Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos
Sabtu, 18 April 2026 21:07
Berdiri di Atas Fasum Selama 30 Tahun, 40 PKL Bercat Kuning di Jalan Tinumbu Akhirnya Legawa
Sabtu, 18 April 2026 21:00
Kemenbud RI Percayakan Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026
Kamis, 16 April 2026 20:35
Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023
Kamis, 16 April 2026 20:32
Melinda Aksa Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Tangani Darurat Sampah di Makassar
Selasa, 14 April 2026 23:38
Munafri: Kapal Antar Pulau Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan di Makassar
Selasa, 14 April 2026 20:35
DLH Makassar Percepat Pengelolaan Sampah, Kini TPA Antang Berbenah Menuju Sanitary Landfill
Senin, 13 April 2026 19:33