Vaksin Saja Tak Cukup, Warga Wajib Patuhi 3M

Rabu, 16 Desember 2020 17:34 WITAReporter : makassarmetro
Vaksin Saja Tak Cukup, Warga Wajib Patuhi 3Mdr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit bersama Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19, dalam dialog produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020. Tema ini diangkat karena hingga saat ini masih ada sebagian kecil masyarakat yang ragu akan keamanan Vaksin, tidak memiliki informasi yang tepat mengenai vaksin dan masih percaya mitos soal vaksin maupun vaksinasi. DOK KPCPEN

MAKASSARMETRO – Indonesia saat ini sedang mempersiapkan vaksinasi Covid-19. Hanya saja, tidak cukup vaksin untuk memutus mata rantai virus korona. Masyarakat juga wajib patuh menerapkan 3M.

Dokter Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan bahwa masyarakat sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini. “Badan POM masih melakukan kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan,vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” terangnya, Selasa (15/12/2020).

Dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut, dr Dirga menyebut bahwa proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar jika virus Covid-19 akan hilang dengan sendirinya. Ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” ujar dr Dirga.

Terkait dengan program vaksinasi yang sedang difinalisasi pemerintah, dr. Dirga memberikan tanggapan. “Indonesia memprioritaskan tenaga kesehatan terlebih dahulu yang kesehariannya langsung merawat pasien Covid-19. Vaksin akan diberikan kepada penduduk berusia 18-59 tahun,” terangnya.

Penyintas Covid-19, Cherryl Hatumesen, membenarkan keterangan dr. Dirga. “Covid-19 ini benar-benar ada. Jadi, sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” bebernya.

Cherryl mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokolKesehatan 3M. “Sebelum ini kita selalu meremehkan masalah kesehatan, karena
menganggap diri kuat. Saya mengikuti dokter yang menyarankan mengurangi karbohidrat dan memperbanyak protein untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ungkapnya.

Selain itu, Dirga mengaku selalu memakai masker. Bahkan hand sanitizer juga tidak pernah dia lepas. “Karena menjalankan protokol 3M, teman-teman di kantor tidak ada yang tertular dari saya,” jelas Cherryl. (din)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca