Tunggak Pembayaran, PD Pasar Akhirnya Segel 2 Los di Pasar Kampung Makassar

Kamis, 24 Desember 2020 12:04 WITA Reporter : Nurul Rahmatun Ummah
Tunggak Pembayaran, PD Pasar Akhirnya Segel 2 Los di Pasar Kampung Makassar

MAKASSARMETRO – Dua los hamparan di Pasar Kampung Baru Makassar disegel oleh Tim Ketertiban dan Keindahan PD Pasar Makassar bersama jajaran dan staf Pasar Kampung Baru, Rabu (23/12/2020) siang.

Penyegelan berdasarkan berita acara Nomor Surat: 511.2/ /PD.PSR/XII/2020 Peraturan Daerah Nomor: 12 Tahun 2004 Tentang Pengurusan Pasar Dalam Daerah Kota Makassar.

Kepala Bagian Tim Penertiban dan Keindahan PD Pasar Makassar, Muh. Jaenul, mengatakan langkah yang ditempuh oleh pihak PD Pasar sudah sesuai Bab IV Pasal 7 Tentang Jenis Pungutan Jasa, Bab V Tentang Persyaratan dan Hak Tempat Berjualan/Usaha pasal 8 Point a dan b, Pasal 9 Ayat 1, 2, dan 3, Pasal 10, Pasal 11 Point a dan b, dan Bab VIII Tentang Sanksi Administrasi, Pasal 16 Ayat 1.

“Jadi kami sudah lakukan sesuai prosedur dalam surat karena pedagang yang bersangkutan menunggak dan tidak punya niat baik untuk melunasi kewajibannya, maka kita segel dan ambil alih los tersebut,” ujar mantan Kepala Unit Pasar Sentral ini.

Dalam Peraturan Wali Kota Makassar Nomor: 1 Tahun 2004, kata Jaenul, juga sudah diatur. Dalam Bab III No. 3 Ketentuan Perijinan, Bagian Ketiga Perubahan Tata Ruang Tempat Berjualan/Usaha dan atau Jenis Jualan Pasal 5 Ayat 1, 2, 3, dan 4, serta Bab V Tentang Penyegelan dan Pengambilalihan Tempat Berjualan/Usaha.

“Jadi pedagang yang kami segel hari ini adalah pedagang yang menempati hamparan khusus No 4 dan 5 yang sudah diberitahukan melalui surat penyampaian oleh kepala pasar sejak tanggal 8 November 2020 sampai dengan 4 Desember 2020 yang didisposisi oleh Direktur Operasional ke Bagian Ketertiban dan Keindahan untuk dilakukan penyegelan,” bebernya.

Sebelum penyegelan dilakukan, Kepala Unit Pasar Kampung Baru, Abdul Rauf membacakan surat pemberitahuan tersebut dan disaksikan oleh jajaran tim penertiban dan staf pasar unit serta beberapa pedagang lainnya.

Diharapkan dengan adanya penyegelan ini dapat menjadi pelajaran bagi pedagang lain agar senantiasa menjalankan dan menaati aturan yang ada.

“Ini adalah aset daerah yang diamanahkan kepada kami dan ditempati pedagang untuk berusaha dan mencari nafkah. Dan ada aturan mengikat di dalamnya. Mari kita jaga bersama. Sehingga kami harap kepada para pedagang untuk segera melunasi kewajibannya sesuai kemampuan masing masing. Bisa dicicil jika tidak mampu melunasi tunggakan secara langsung,” urainya. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca