COVID-19 Mengganas, Pemkot Makassar Tak Batasi Akses Keluar-Masuk Perbatasan

Rabu, 30 Desember 2020 13:37 WITA Reporter : Makassarmetro
COVID-19 Mengganas, Pemkot Makassar Tak Batasi Akses Keluar-Masuk Perbatasan Rudy Djamaluddin.

MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar tidak akan membatasi akses keluar-masuk di perbatasan sebagai langkah menekan kasus COVID-19.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan, bukan lagi orang luar yang menyebabkan kasus meningkat, tetapi pusat virus berada di Makassar.

“Bukan lagi karena mobilitas warga masuk ke dalam. Ini barang sudah di Makassar terputar-putar,” kata Rudy di Baruga Anging Mammiri, rumah jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/12/2020).

Keputusan ini diambil usai melihat sejumlah fakta di lapangan. Rudy menilai penularan virus berasal dari kontak fisik orang terdekat yang berstatus orang tanpa gejala (OTG), tetapi belum terdeteksi.

“Rata-rata orang terkena orang terdekat kita semua. Coba di Kantor Disdukcapil itu terdekat kita yg tinggal di Makassar. Jadi memang ini semakin masif,” sambungnya.

Sebelumnya, berbagai kebijakan telah diterapkan Pemkot Makassar untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Salah satu yang sempat diterapkan ialah pembatasan warga keluar-masuk kota.

Akan tetapi, penerapannya kini dihentikan. Mengingat pelonggaran kebijakan dibutuhkan agar perekonomian warga terkhusus pelaku usaha bisa kembali bergairah.

Kasus COVID-19 di Makassar terus meningkat. Per 28 Desember 2020, jumlah terkonfirmasi positif mencapai 14.968 kasus. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Corona Makassar
  2. Pemkot Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca