Lihat Langsung Kendala para Perajin, Dekranasda Sulsel dan Makassar Anjangsana ke Titik Industri

Kamis, 18 Februari 2021 14:34 WITA Reporter : Nurul Rahmatun Ummah
Lihat Langsung Kendala para Perajin, Dekranasda Sulsel dan Makassar Anjangsana ke Titik Industri

MAKASSARMETRO – Ketua Dekranasda Kota Makassar, Rossy Timur Wahyuningsih, mendampingi Ketua Dekranasda Sulsel, Lies F Nurdin, dan rombongan anjangsana ke titik industri kerajinan yang ada di Makassar, Rabu (17/2/2021).

“Anjangsana Dekranasda Makassar bersama Dekranasda Sulsel, untuk meninjau secara langsung industri kerajinan yang ada di Kota Makassar. Sehingga kita mengetahui secara langsung kendala yang mereka hadapi. Diharapkan ke depan industri kerajinan dapat semakin hidup dan tumbuh di kota Makassar,” ujar Rossy.

Dua titik industri kerajinan yang sempat dikunjungi, yakni industri kerajinan logam yang ada di Kelurahan Borong, Manggala, serta industri kerajinan enceng gondok binaan Dekranasda Kota Makassar yang terdapat di Jalan Serui.

“Hari ini mengunjungi kelompok pengrajin logam yang ada di Antang, serta kelompok usaha wanita, enceng gondok di Serui. Alhamdulillah, potensi Makassar untuk pengrajin sangat besar, namun dibutuhkan perhatian,” ujar Ketua Dekranasda Sulsel, Lies F Nurdin.

Untuk pengrajin logam yang ada di Kelurahan Borong, menurutnya, saat ini membutuhkan galeri untuk memudahkan para tamu berkunjung dan melihat hasil kerajinan mereka.

“Sekitar 50 pengrajin yang berdomisili di lorong-lorong sehingga tidak memungkinkan jika kedatangan tamu asing untuk mendatangi setiap rumah pengrajin satu per satu. Alhamdulillah saat ini sedang dibangun galeri yang insyaallah selesai dalam waktu singkat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Lies F Nurdin, dibutuhkan pula adanya desainer agar hasil kerajinan lebih beragam dan dapat memenuhi permintaan pasar.

Demikian pula halnya dengan industri kerajinan enceng gondok binaan dekranasda Kota Makassar yang merupakan inisiasi dari Mimi Kudriati, yang telah mengundang perajin dari Yogyakarta untuk memberikan pelatihan kepada perajin di Makassar beberapa tahun yang lalu.

“Pengrajin selalu di-follow up, agar mereka tidak berhenti berkarya serta terus meningkatkan kualitas karyanya,” ujar Mimi Kurdriati. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca