Project Manager GMKS: Pemerintah Harus Lebih Tegas Redam Perang Kelompok

Jumat, 26 Maret 2021 08:35 WITAReporter : Makassarmetro
Project Manager GMKS: Pemerintah Harus Lebih Tegas Redam Perang KelompokProject Manager Gerakan Makassar Kota Sombere (GMKS), Aiman Adnan.

MAKASSARMETRO – Pemerintah Kota Makassar saat ini sementara berupaya terus mengampanyekan Kota Makassar sebagai Kota Sombere yang berarti kota yang mencerminkan keramahan, kebaikan, dan persaudaran.

Namun, seakan tak selaras untuk menjadi kota dengan status sebagai Sombere City, pada beberapa wilayah di Makassar masih saja kerap terjadi perang kelompok antarwarga.

Salah satu insiden yang menyita perhatian publik tewasnya seorang warga yang terkena anak panah di bagian perut dalam perang kelompok antara warga Kampung Cambaya dengan Barukang yang terjadi di Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (24/3/21) kemarin.

Kondisi inipun menggerakkan hati Project Manager Gerakan Makassar Kota Sombere (GMKS), Aiman Adnan. “Perang kelompok antarwarga di Kampung Barukang dan Cambaya sudah sangat miris karena telah memakan korban jiwa dan seakan telah menjadi tradisi,” tutur Aiman.

Mantan Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar inipun meminta pemerintah setempat seyogyanya segera mengambil langkah taktis untuk meredam perang kelompok tersebut. Tidak hanya dengan mengutamakan tindakan represif, tetapi lebih pada menitikberatkan pada upaya preventif dan persuasif.

Aiman yang juga mantan Ketua Sapma Pemuda Pancasila Sulsel ini juga berharap agar pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan lebih peka menyikapi hal tersebut.

Terlebih saat ini saat ini semua stakeholder dalam lingkup Pemerintahan Kota Makassar sedang gencar mengampanyekan Makassar adalah Kota Sombere.

“Jangan sampai citra Makassar sebagai kota yang ramah yang mengutamakan persaudaraan rusak karena adanya problem seperti ini”, sambung Aiman.

Sementara itu pascaperang kelompok antara warga Kampung Cambaya dengan Barukang suasana masih mencekam. Aparat masih berjaga di lokasi kejadian guna mencegah terjadinya tawuran susulan. (*)

Topik berita Terkait:
  1. GMKS
  2. Makassar
  3. Tawuran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca