Ramadan, Tarif Parkir Sejumlah Titik di Makassar Bakal Naik

Jumat, 09 April 2021 16:45 WITAReporter : Makassarmetro
Ramadan, Tarif Parkir Sejumlah Titik di Makassar Bakal Naik

MAKASSARMETRO – Ramadan nanti tarif parkir kendaraan akan mengalami kenaikan. Hanya berlaku di sejumlah titik yang dianggap strategis.

Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Irhamsyah Gaffar, mengatakan bahwa kondisi ini menyesuaikan momen dan bersifat temporer.

Kenaikan tarif khusus parkir pun akan diberlakukan jika dalam kondisi insidental. Dalam artian, suatu kawasan yang menjadi titik parkir kendaraan, tetapi berpotensi memacetkan jalan.

“Sebenarnya tidak semua tempat mengalami kenaikan. Yang dimaksud mengalami kenaikan ketika daerah-daerah itu menjadi tempat kemacetan. Misalnya yang ada di Pasar Butung, itu menjadi pasar tumpah karena di situ menjadi kemacetan,” papar Irhamsyah, Kamis (8/4/2021).

Kenaikan tarif khusus parkir inipun variatif. Kisaran kenaikannya bisa berkisar antara Rp5.000-Rp7.000. Bahkan maksimal bisa naik Rp10.000 jika berpotensi menyebabkan kemacetan.

Rencana kenaikan tarif parkir di titik-titik parkir insidental ini tengah dikaji. PD Parkir Makassar Raya telah membentuk tim khusus untuk itu. Tim yang sekaligus melakukan pengawasan di sejumlah lokasi.

“Itu dikerja oleh tim insidentil. Tim kami yang mengerjakan persoalan itu tarif parkir insidentil. Jadi tim Ramadan yang nanti bergerak,” imbuh dia.

Kenaikan tarif khusus parkir insidentil ini dikatakan Irhamsyah juga untuk mengendalikan potensi penumpukan kendaraan di badan jalan. Dengan harapan, parkir tidak mengganggu arus lalu lintas. Termasuk mengurangi mobilitas kendaraan pribadi. “Pengendalian namanya,” sebutnya.

Irhamsyah juga mendorong peningkatan penerimaan melalui retribusi tarif pagi saat Ramadan. Momentum yang dianggap strategis meraup pendapatan. Meski tetap ada pembatasan aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pengawasan di titik strategis juga akan dilakukan berkala selama Ramadan. Jangan sampai justru mobilitas warga akan penggunaan tempat parkir di lokasi parkir, membludak,

“Walaupun mungkin sebenarnya ada pembatasan kebijakan, misalnya masjid yang dibatasi 50%, namun kami tetap lakukan pemantauan di tiap titik-titik yang memang dianggap akan terjadi pembludakan. Jadi namanya tim insidentil pembludakan Ramadan,” jelas Irham. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca