Anjal-Gepeng Masih Marak di Makassar, Dewan Minta Dinsos Kerja Ekstra

Sabtu, 10 April 2021 14:57 WITAReporter : Makassarmetro
Anjal-Gepeng Masih Marak di Makassar, Dewan Minta Dinsos Kerja EkstraIlustrasi.

MAKASSARMETRO – Keberadaan anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) masih marak di Kota Makassar. Penanganannya dinilai masih lemah.

Pemkot Makassar pun diminta memaksimalkan penertiban hingga penindakan. Peran Dinsos Makassar sebagai leading sector dianggap masih lemah dan minim pendampingan.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Yenni Rahman, mengatakan Dinsos Makassar harus melakukan kerja ekstra menangani problem anjal dan gepeng ini. Harus ada solusi komprehensif untuk penanganannya.

Apalagi penanganan anjal-gepeng sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 2/2008. Tidak hanya sekadar menertibkan, pendampingan berkelanjutan harus dilakukan.

“Selama ini problem utamanya adalah pendampingan. Sudah ditangkap. Dilepas lagi begitu saja. Tak pernah ada yang mendampingi,” kata Yeni, Jumat (9/4/2021), dikutip dari Sindonews.

Padahal, kata dia, ada anggaran yang sudah terkait anjal. Termasuk di dalamnya anggaran pembinaan dan penertibannya.

“Saya lupa berapa anggaran tahun lalu, tetapi yang pasti ada. Mestinya kalau sudah ditangkap, itu dibina. Dibuatkan program. Pepet terus. Jangan sampai turun lagi ke jalan,” sarannya.

Begitupun a[abila anjal tersebut masih di bawah umur, kata legislator PKS ini, harus ada edukasi yang lebih kepada orang tua atau para walinya.

“Kalau Dinsos mau kerja ekstra, semua problem anjal ini bisa diselesaikan. Persoalan utamanya, hanya mau atau tidak,” ujarnya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. DPRD Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca