4 ASN Pemkot Makassar Ditangkap Narkoba, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Senin, 26 April 2021 16:35 WITAReporter : Makassarmetro
4 ASN Pemkot Makassar Ditangkap Narkoba, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

MAKASSARMETRO – Empat ASN Pemkot Makassar ditangkap petugas Reserse Narkoba Polrestabes Makassar karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu. Polisi masih belum menetapkan status hukum mereka.

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil tes urine empat orang tersebut dari tim Laboratorium Forensik (Labfor).

“Kami menunggu hasil Labfor. Itu kan menentukan bahwasanya positif atau tidak. Sabu itu asli atau tidak. Status hukumnya tersangka kalau semuanya sudah positif,” kata Kompol Indra kepada awak media usai konferensi pers di Polrestabes Makassar, Minggu (25/4/2021).

Polisi telah mengambil keterangan dari empat orang tersebut. Selanjutnya, polisi masih menunggu hasil uji labfor terkait tes urine serta kadar dan kejelasan narkoba jenis sabu tersebut.

Indra mengatakan hasil uji lab baru bisa diketahui dalam waktu 6 hari terhitung sejak Sabtu 24 April 2021. Untuk saat ini, mereka hanya berstatus sebagai terduga.

“Prosedurnya kami itu untuk menentukan tersangka biasanya kan 6 x 24 jam. Karena kita harus menunggu semuanya hasil labfor,” ujar Indra.

Indra menyatakan hasil uji lab ini juga merupakan alat bukti untuk melengkapi keterangan dari empat orang ASN Pemkot Makassar itu. Setelah hasil uji lab itu keluar, barulah polisi akan menetapkan status hukum empat orang tersebut.

“Kita memang harus menunjukkan dua alat bukti kan. Satunya Labfor walaupun keterangan tersangka menyatakan saya pernah pakai, memang barang saya, itu kan satu alat bukti,” kata Indra.

Empat ASN Pemkot Makassar yang ditangkap itu masing-masing berinisial S (44), MY (46), IM (49), dan MS (44). Keempat pelaku bersama barang bukti berupa 2 saset narkoba jenis sabu diamankan di Sat Narkoba Polrestabes Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut.

Jika terbukti bersalah, mereka diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Adapun pasal yang dilanggar yaitu Pasal 112 ayat 1, Pasal 114 ayat 1, Pasal 132 ayat 1, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Narkotika. (*)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca