LKPD Sulsel Turun Level, Hanya Raih Opini WDP Setelah 10 Kali WTP

Sabtu, 29 Mei 2021 16:14 WITA Reporter : Makassarmetro
LKPD Sulsel Turun Level, Hanya Raih Opini WDP Setelah 10 Kali WTP Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

MAKASSARMETRO – Pemprov Sulsel memperoleh penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) atas Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) 2020.

Sulsel turun level dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selama ini Sulsel berhasil meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut.

“Sudah saya sampaikan pidato memang ada tiga permasalahan utama yang menyebabkan kami BPK tidak dapat memberikan opini WTP,” kata Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulsel, Wahyu Priyono, usai menghadiri rapat paripurna terkait penyerahan LHP tersebut di Kantor DPRD Sulsel, Jumat (28/5/2021).

Wahyu menjelaskan, opini ini merupakan pendapat profesional dari pemeriksa terhadap penyajian laporan keuangan tersebut. Dia menyebutkan ada tiga penyebab Sulsel hanya meraih opini WDP.

Ketiga penyebab itu adalah ada anggaran perubahan yang tidak diketahui oleh DPRD, ada kekurangan kas atau kas tekor di tiga OPD, serta penerimaan pajak yang semestinya disetor ke kas negara tapi malah digunakan untuk kegiatan lain yang tidak ada anggarannya atau tidak sesuai ketentuan.

“Sebelumnya kami sudah memberikan kesempatan satu bulan agar mereka menindaklanjuti. Artinya kalau mereka sudah menindaklanjuti sebelum LHP diserahkan atau ditandatangani, itu sudah tidak WDP lagi,” katanya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan bahwa mengembalikan opini WTP menjadi fokusnya untuk membangun Sulsel lebih baik.

Sudirman tidak mau menyalahkan siapa pun atas raihan opini WDP ini. Dia hanya ingin memperbaiki sistem keuangan Pemprov Sulsel ke depannya.

“Segala nilai (opini WDP) pada LHP atas LKPD tahun anggaran 2020 ini, saya tidak ingin menempatkan satu nama di atasnya atau kelompok di atasnya sebagai kesalahan,” katanya.

“Ini adalah sebagai momentum untuk kami memperbaiki ke depan, untuk saling bekerja sama, untuk menjadi team work atau tim kerja yang mendorong kami untuk memperbaiki prosedur tatanan penganggaran tahun 2021 untuk jauh lebih baik ke depan,” katanya. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Pemprov Sulsel
Berikan Komentar
Komentar Pembaca