Ingin Rammang-Rammang Mendunia, Menparekraf Sandiaga: Sekarang Masih Tidur dan Sembunyi

Kamis, 17 Juni 2021 18:32 WITA Reporter : Helmi
Ingin Rammang-Rammang Mendunia, Menparekraf Sandiaga: Sekarang Masih Tidur dan Sembunyi

MAKASSARMETRO – Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, berkunjung ke desa wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021), dalam rangkaian perjalanan mempromosikan desa wisata program Anugerah Desa Wisata Indonsia 2021.

Gugusan karst terluas kedua setelah Tiongkok ini berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa. Berjarak 40 kilometer dari Kota Makassar dan kurang lebih 10 kilometer dari Maros.

“Dilihat dari potensinya Rammang-Rammang ini harusnya masuk dalam destinasi wisata kelas dunia. Karena tidak semua tempat memilikinya. Saat ini kami istilahkan masih tidur dan tersembunyi. Adalah tugas kami membangunkannya dan mengungkap pesonanya agar warga dunia mengetahui nilai kelangkaannya, eksotisnya,” kata Sandiaga.

Dia menyebut akan mengikutsertakan Rammang-Rammang dalam Anugerah Wisata Indonesia 2021. “Kami akan mengikutsertakannya dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021,” ucapnya.

Keindahan alam menjadi salah satu kategori penilaian dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Kategori lainnya adalah homestay, konten kreatif, desa digital, kuliner, kerajinan tangan, dan CHSE.

Penetapan kategori tersebut bertujuan untuk mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia.

Tercatat sudah 231 desa mendaftar di ADWI 2021 sejak dibuka pendaftarannya pada 22 Mei 2021 sampai dengan 16 Juli 2021 mendatang.

ADWI juga memiliki misi untuk membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi di tingkat perdesaan.

“Bagi kami industri wisata dan kebangkitan ekonomi dimulai dari desa wisata. Kami mengharapkan program ini mampu membuka peluang ekonomi, lapangan usaha, lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandi.

Asal tahu saja, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO sebelumnya telah mengajukan secara resmi Geopark Nasional Maros-Pangkep sebagai kandidat Global Geopark Indonesia.

Pengajuan dialamatkan kepada Sekertariat UNESCO di Paris seperti tertuang dalam surat 66600/A6/KS/2020 ditandatangi Executive Chairman for Indonesia Nasional Commision for UNESCO Prof Arief Rachman.

Geopark Rammang-Rammang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada November 2017. (*)

Topik berita Terkait:
  1. Kemenparekraf RI
  2. Sandiaga Uno
Berikan Komentar
Komentar Pembaca